Berikan Sosialisasi Anti Suap dan Pengendalian Gratifikasi, Wamenkumham Paparkan Beda Suap dan Gratifikasi

Berikan Sosialisasi Anti Suap dan Pengendalian Gratifikasi, Wamenkumham Paparkan Beda Suap dan Gratifikasi

Serang (sUARASIBER.CO.ID) –
Berikan Penguatan Kompetensi kepada 1.438 pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward O.S. Hiariej turut mensosialisasikan pentingnya “Anti Suap dan Pengendalian Gratifikasi” dalam upaya mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). (27-10-2021)

Dalam paparannya, Wamenkumham menyampaikan jika “Suap” dan “Gratifikasi” memiliki perbedaan yang tipis. “Kalau suap, ada meeting of minds, artinya ada kesepakatan. Tapi kalau gratifikasi, without meeting of minds, artinya tidak ada kesepakatan,” ujar Wamenkumham.

Wamenkumham mencontohkan, misalnya jika ada seseorang yang datang menemuinya untuk minta dipromosikan, lalu oknum tersebut mengiming-imingi sesuatu jika dirinya berhasil dipromosikan. Maka jika itu terjadi, bisa disebut sebagai perbuatan suap menyuap. Karena ada meeting of minds, terjadi kesepakatan.

“Tetapi kalau misalnya dalam suatu kewenangan kita mengangkat orang dalam suatu jabatan, setelah orang itu diangkat dan kemudian dia datang memberikan sesuatu, itu namanya bukan suap menyuap, itu namanya gratifikasi,” jelasnya.

Berkaca dari hal tersebut, Wamenkumham menyampaikan jika Predikat Zona Integritas WBK/WBBM bukanlah jaminan Satuan Kerja bebas dari adanya praktek Suap dan Gratifikasi selama praktek korupsi seperti yang dirinya contohkan masih terjadi.

,
“Zona Integritas hanya akan terwujud jika SDM yang ada didalamnya memiliki integritas. Bicara integritas, maka etika dan moral-lah yang menjadi pengendali utama. Sehingga ketika etika dan moral tersebut dijaga dengan baik, akan menumbuhkan kesadaran otonom dalam dirinya untuk menjauhi berbagai praktek korupsi”, tandasnya. (Humas Kanwil Banten)

Mari Berbagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *