POLRESTA SERKOT,(Suarasiber.co.id) – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Serang memastikan sapi milik peternak di wilayah Kecamatan Waringinkurung tersebut bisa di konsumsi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Namun demikian, Pemilik Perternakan Sapi NGUDI MUKTI Bapak H. Sugita menyebut peternak tak perlu khawatir. Pasalnya, hewan ternak sudah di bekali dengan suntik vaksin menghindari penyakait PMK dan untuk hewan ternaknya masih bisa disembelih dan dikonsumsi dagingnya .

“Dagingnya aman untuk dikonsumsi. Asal disingkirkan bagian kepala, saluran pencernaan, sama kuku. Jadi masih ada 50 persen dari bagian ternak yang bisa dimanfaatkan,” jelas H.Sugita, Senin (23/5/2022).

H. Sugita menyebut apabila dengan menyembelih hewan ternak yang terjangkit PMK, maka peternak secara tidak langsung ikut mencegah penularan penyakit tersebut ke ternak lainnya.

Meskipun boleh disembelih, tetapi H. Sugita memberikan catatan bahwa hewan ternak yang terjangkit PMK bakal mengalami penurunan berat badan serta produksi susu.

“Penurunan berat badan bisa sampai 15 persen. Itu kalau misal dihitung populasi di Indonesia, kita bisa kehilangan sekian juta ton daging. Produksi susu juga hampir 50 persen hilang,” jelas H. Sugita.

Untuk mencegah penularan, H. Sugita mengimbau peternak untuk bisa menjaga kebersihan ternak dan kandang. “Bagi peternak yang hewannya masih sehat pun kita sarankan untuk tidak menambah ternak baru,” jelasnya.

PMK sendiri hanya menulari hewan berkuku belah seperti sapi dan kambing. Sehingga peternak tidak perlu khawatir bakal tertular.

Namun demikian, Dian mengimbau peternak untuk berhati – hati. Karena virus penyebab PMK tersebut menyebar melalui udara. Bukan tidak mungkin secara tidak sadar peternak menjadi medium penyebaran virus karena sering berpindah dari satu kandang ternak ke kandang lainnya.

“Apabila Ternak yang positif PMK juga harus dipisahkan dengan ternak yang lain. Nanti diberi pengobatan anti radang, anti panas, antibiotik. Pengobatan suportif seperti vitamin juga bisa. Kandang itu didesinfeksi, peternaknya juga sama,” jelas H. Sugita.