LEBAK,(suarasiber.co.id)-Anggota Komisi VIII DPR RI Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, hadiri acara Seba Baduy yang digelar di pendopo Pemkab Lebak, Jumat(6/5/2022)
Pada kesempatan tersebut, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya mengapresiasi acara seba baduy sebab tradisi yang dipegang teguh adat suku baduy patut diteladani,khususnya dalam menjaga dan merawat tradisi leluhur merawat kelestarian alam.
” Patut diapresiasi, karena adat Suku Baduy selain menjadi kebanggan warga Banten juga bisa menjadi teladan dalam merawat kelestarian alam dan lingkungan. Suku Baduy juga hingga kini tetap patuh terhadap leluhur, bahwasannya suku baduy tak ingin terjamah oleh modernisasian,” ujar Hasbi disela-sela menghadiri acara Seba Baduy.
Ia mengatakan, di Indonesia masih ada 6 (enam) suku yang masih murni dalam adat dan keyakinan yang dianutnya, seperti suku Baduy, suku Anak Dalam, Polahi, Kajang, Mentawai dan Korowai.
“Penelitian riset di tahun 2018, bahwa di Indonesia ada 8 (delapan) suku yang menolak modernisasian. Terakhir di tahun 2022 ini ada 6 suku yang bertahan dalam keyakina atau kepercayaannya,” ungkapnya
Hasbi menambahkan,sebagai warga Banten, khususnya Lebak, sambung dia, tentu harus bangga memiliki Suku Baduy. Karena, Suku Baduy yang bisa menjaga kelestarian alam, hasil alamnya pun bisa dinikmati oleh orang yang ada di Kabupaten Lebak.
“Dengan satu bukti, dalam satu tahun sekali suku Baduy mengadakan seba hasil buminya ke Pemkab maupu Provinsi, dan kita harus menghormati dan menghargai s
Suku Baduy,” tegasnya.
Ia berharap, semua masyarakat Kabupaten Lebak bisa menghormati dan menghargai suku Baduy yang masih berpegang terhadap keyakinannya dalam menjaga dan melestarikan alam yang ada dikabupaten lebak.
“Dengan keyakinan suku baduy dalam menjaga alam maka, suku baduy pun terhindar dari bencana alam aeperti, banjir, longsor dan gundulnya hutan,” pungkasnya
Azhari


