KOTA SALATIGA, (suarasiber.co.id) – Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Racmadi, mendukung upaya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng dalam penanganan kemiskinan ekstrim di Jawa Tengah. Sinoeng memberikan apresiasinya terhadap kinerja Basnaz selama ini dan berharap dapat terus meningkatkan potensi zakat di Jateng.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pemerintah Kota Salatiga akan terus membangun hubungan dan kerjasama yang lebih baik dengan Baznas sebagai organisasi pemerintah non struktural, dan mengoptimalkan pengumpulan serta kemanfaatannya bagi masyarakat Kota Salatiga, tidak hanya masalah kemiskinan ekstrim, tetapi juga masalah sosial dan pendidikan,” terang Sinoeng didampingi Ketua Baznas Kota Salatiga Ari Hidayah, usai menghadiri Pelantikan Pimpinan Baznas Provinsi Jawa Tengah Periode 2022-2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Jumat (09/6/22).

Pada acara pelantikan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku bangga, ternyata Baznas Jateng ini sangat kreatif, tidak hanya kreatif. Ketika banyak orang kebingungan bagamana mengumpulkan, Baznas Jateng sangat kreatif dalam membuat metode pengumpulan, kemudian memanfaatkannya secara produktif menggunakan manajemen modern dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas.

“Baznas merespon persoalan masyarakat yang mak bedunduk, tiba-tiba, cepat, suddenly, wessss. Kecepatan Baznas merespon, mereview, mengkonfirmasi itulah yang membikin bet bet bet. Pernah ada yang lapor belum, gara-gara bayar Baznas rutin sekarang jatuh miskin? Tidak ada, Insya Allah rezekinya makin bertambah,” ungkap Ganjar Pranowo.

Sebagai Ketua Baznas Jateng Periode 2022-2027, yakni Dr. KH. Ahmad Daroji, M.Si dengan empat Wakil Bidang, yakni Drs KH Hadlor Ihsan, Drs. H.M Zain Yusuf, H. Rizihan, SH, M.Ag, dan Sholahuddin Aly, SH. Acara Pelantikan dihadiri oleh Ketua Baznas RI, Prof. DR. KH Noor Achmad, MA, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, serta beberapa kepala daerah di Jawa Tengah, termasuk diantaranya adalah Pj. Wali Kota Salatiga.

Ganjar berharap pengurus baru nanti akan makin kreatif termasuk menggali potensi dari instansi organisasi kemasyarakatan atau individu yang belum membayar. Proses kolektif ini yang menurutnya makin hari makin baik.

Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas RI Noor Achmad menegaskan, selama ini Baznas Jateng selalu jadi percontohan. Hal itu juga selalu disampaikannya dalam tiap kunjungannya ke daerah-daerah di Indonesia.

“Saya selalu sampaikan, Baznas Jateng ini percontohan. Hubungan antara pimpinan dengan Baznas patut ditiru. Tidak hanya antar provinsi tapi juga daerah di Jateng,” tutur Noor Achmad.

Lebih jauh Noor Achmad menyampaikan, pembayaran zakat dari BUMN atau perusahaan yang bersifat vertikal akan diberikan kepada masyarakat dalam bentuk beasiswa. (Humas)