Pandeglang,(Suarasiber.co.id) -Lembaga Kajian dan Riset Global Research Arch Indonesia (Grain) mendorong Pemerintah Kabupaten Pandeglang membuat kebijakan berbasis riset. Sebab, dengan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, riset bisa menjadikan pelayanan publik lebih baik, renponsif, dan efisien. Hal ini disampaikan Akbarudin Selaku Direktur GRAIN kepada awak media, pada Jum’at, (19/8/22).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Direktur GRAIN, Akbar menyampaikan Kolaborasi riset dalam perumusan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan sangat penting untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan kerangka logis yang diperlukan saat merumuskan kebijakan untuk mengatasi sebuah permasalahan.

“Sebuah kebijakan dikatakan gagal atau berhasil dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, kemampuan mengidentifikasi masalah, di sini peran data, informasi dan pengetahuan sangat penting. Kedua perumusan kebijakan yang menyangkut perencanaan dan penganggaran. Ketiga indeks kepuasan masyarakat (IKM) dirasakan atau tidak impelementatif dari kebijakan itu ” jelasnya

Dirinya menuturkan perguruan tinggi dan lembaga riset serta pengembangan diharapkan berperan dalam pembuatan kebijakan. Ini sesuai dengan konsep Pentahelix, yakni Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, PT dan lembaga riset, pelaku usaha, organisasi masyarakat maupun partai politik, serta asosiasi dan media saling berkolaborasi dan bersinergi.

Menurutnya, untuk dapat melahirkan kebijakan yang tepat guna dan tepat sasaran dapat dilakukan dengan pendekatan riset. Karena ini ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan. Contohnya sekarang yang sedang ramai di Pandeglang ialah sepedah Listrik untuk RT/RW. Sebetulnya tinggal ditanya sejauh mana Bappeda melakukan riset perencaannya?apakah ada pembahasan kajiannya? ataukah ini atas dasar inisiatif ? tegasnya.

“Pendekatan Riset ini menjadi hal yang penting untuk sebuah kebijakan pemerintah karena menyangkut hajat hidup masyarakat secara keseluruhan. riset pada dasarnya merupakan sebuah instrumen yang melekat dan menjadi landasan agar kebijakan tersebut tepat sasaran” tutupnya**