SERANG, (suarasiber.co.id) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Ranjeng yang ke-38 Pemerintah Desa adakan berbagai macam perlombaan dan ajak masyarakat bersatu untuk memajukan Desa Ranjeng, turut hadir dalam acara ini, Bupati Hj Ratu Tatu Chasanah S.E . M.Ak. atau yang mewakili, Danramil Ciruas Lettu Yusrizal, Kapolsek Ciruas Kompol Hasan Khan SH. Camat Ciruas Drs. Eri Suhaeri M.Si. Ahmadi anggota DPRD Kabupaten Serang, ketua BPD Bahrudin, dan Ketua panitia Edi Suhedi ST. di lapangan sepak bola Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas Serang Banten, Minggu 6/11/2022.
ketua panitia Edi Suhedi dalam sambutannya,” tujuan dari acara ini adalah tidak lain, pertama sebagai ketua panitia beserta rekan-rekan, seluruh kepengurusan, bagaimana kita ingin menciptakan harapan kita Desa Ranjeng ini tetap bersatu masyarakatnya, mengingat multi budaya, multi dimensi dari mana-mana.
“Dengan adanya acara ini kita bisa bersatu berpadu membangun Desa Ranjeng, kemudian untuk mengangkat potensi masyarakat Desa Ranjeng yang mempunyai keterampilan, dan Usaha Kecil Menengah.
“Lanjutnya, mari kita kenalkan kepada masyarakat bahwa truncing adalah masyarakat yang produktif, kemudian dengan adanya acara ini kita bisa majukan desa yang ada di kecamatan Ciruas, kegiatan bazar yang kami angkat juga ada acara perlombaan acara ini kami laksanakan dari Tanggal 6-12 November malam.
“potensi masyarakat yang ada di Desa Ranjeng, bisa meraih kejuaraan yang ditampilkan, kemudian juga perlu saya sampaikan bahwasanya hampir dan seluruhnya 100% anggaran yang kami gunakan adalah partisipasi warga swadaya warga Desa Ranjeng dan ada beberapa sponsor yang tertulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga yang pertama kepada seluruh panitia yang ikut mensukseskan kegiatan ini,” ucapnya.
“Sapta Mulyana.S.Hum Kepala Desa Ranjeng Mengucapkan, “terima kasih kepada masyarakat Desa Ranjeng yang telah mensupport kami, mungkin kegiatan ini tidak akan pernah sukses tanpa kerja sama dari masyarakat, dan swadaya masyarakat, kita bisa selenggarakan HUT Desa Ranjeng ke-38, tentunya ini juga saran dari para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, wabil khusus masyarakat Desa Ranjeng dan ini juga sebagai bentuk sejarah yang memang wajib untuk dicetak dan Desa Ranjeng yang berumur 38 tahun ini, tidak mengunakan anggaran dana desa.
Tidak hanya itu, di mulai dari pejabat pertama Desa Ranjeng, Hal ini tentu hasil dari pemekaran Desa Ciruas semua itu adalah berkat daripada perjuangan dan mengenang para pejabat kepala desa Ranjeng yang dulu.
“lanjut Sapta mengungkapkan, Wujud bukti nyata perjuangan para pemimpin patut kita hargai perlu diketahui oleh masyarakat jangan terlalu menilai bahwa pemimpin itu dilihat dari negatifnya saja tapi positif perlu dihargai.
“Perlu diingat, akan jasa-jasa beliau maupun yang sudah meninggal ataupun masih hidup. Tentunya, inilah bagian daripada sejarah yang memang harus kita tanamkan dan harus kita peringati hal ini juga mengacu untuk kemajuan ini mengimpor kepada masyarakat, ayo kita sama-sama bangun Desa Ranjeng,” Tuturnya.
“Drs. Eri Suhaeri, M.SI Camat Ciruas Menyampaikan,”sangat mendukung kegiatan HUT Desa Ranjeng ke – 38 ini, kami pun sangat bangga dengan peserta yang telah ikut serta di dalam kegiatan ini termasuk ibu-ibu yang tadi pagi yang saya lihat setelah mengikuti lomba kegiatan untuk senam santai di alun-alun desa, ini pertama dan utama yang saya lihat.
“Saya pribadi sangat bangga dengan Pemerintah Desa yang belum satu tahun menjabat karena kegiatan ini diprakarsai olehnya dan juga rekan-rekan seluruh perangkat yang ada di Desa Ranjeng, apalagi tadi dinyatakan tidak menggunakan anggaran desa itu yang Saya sangat bangga karena memang tidak diperuntukkan untuk kegiatan ini tapi ke depan bisa kita anggarkan untuk menambah kegiatan memang sudah menjadi ikon penting untuk ke depannya,” tegasnya.
“Selanjutnya, tidak terasa Desa Ranjeng ini sudah memasuki usia yang sangat panjang 38 tahun, saya tahu dulu Desa Ranjeng ini adalah pemekaran dari Desa Ciruas menjadi yang sudah digambarkan oleh beberapa Kepala Desa, namun masih ada beberapa jalan yang masih rusak BCP 2 di setiap tahunnya selalu terjadi banjir 3 tahun yang lalu, di Tahun 2019 masyarakat Mulai kompak bahu-membahu, bersama-sama kita Membangun Kecamatan Ciruas untuk bagaimana caranya menyelesaikan persoalan yang ada di Desa,” ujarny.
Eri Suhaeri menjelaskan, pemerintah daerah sudah mempunyai hak maupun bisa untuk membangun di beberapa wilayah yang ada di perumahan BCP 1 dan BCP 2, ada sungai yang sudah di normalisasi.
“Normalisasi sampai dengan dua kali untuk antisipasi banjir, Pembangunan tembok sungai hampir setengah KM di tahun ini dibangun untuk limbah air banjir yang sering terjadi setiap tahunnya, 2 tahun terakhir ini tidak terdengar lagi di BCP 2 terjadi banjir oleh karenanya saya berterima kasih kepada segenap RT RW dan juga seluruh tokoh masyarakat yang ada di dataran tinggi yang ikut selalu melakukan bakti sosial, Kecamatan Ciruas dan juga anggota DPRD dapil 1 yang selalu mendorong dan mensupport kegiatan-kegiatan kita,” Tuturnya.
(Dhidien)


