CILEGON, (suarasiber.co.id) – Nomor Telepon Seluler (Ponsel) istri Wali Kota Cilegon Hany Seviatry Agustian diduga di-hack atau diretas orang tak bertanggung jawab.
Nomor seluler dari provider Telkomsel yang digunakan atas nama Hany Seviatry, yakni +62 852-1717-7000, sejak Jumat 19 Mei 2023, tiba-tiba ada pihak lain yang mengendalikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Diketahui, dalam foto profil aplikasi Whatsapp nomor tersebut terlihat istri Walikota Cilegon Hany Seviatry tengah bersama Walikota Cilegon Helly Agustian. Keduanya berdiri dan saling menatap satu sama lain dengan latar belakang sebuah taman ditengahnya adalah jam taman.

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian membenarkan bahwa nomor ponsel istrinya diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Diharapkan bila ada pesan apapun yang disampaikan dari nomor tersebut agar diabaikan.
Helldy menegaskan, jika nomor milik istrinya Hany Seviatry Agustian sudah diluar kendali. “Ini penting informasi untuk semua pejabat, pegawai, teman, kolega dan handai taulan agar apapun pesan yang dari nomor tersebut (+62 852-1717-7000 – red) diabaikan,” katanya, sebagaimana dirilis Diskominfo Kota Cilegon, Jumat 19 Mei 2023.

Helldy menyampaikan, tidak jelas penyebab kenapa nomor tersebut bisa dikendalikan orang. Namun yang pasti informasi yang harus disampaikan agar warga waspada karena bisa saja digunakan untuk hal yang tidak bertanggung jawab.
“Takutnya malah nanti disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Helldy khawatir, jangan sampai setelah insiden tersebut masyarakat secara umum menjadi korban yang mengatasnamakan istrinya.
“Tolong jangan diladeni kalau ada pesan atau permintaan yang aneh-aneh. Ini supaya masyarakat semuanya mengetahui, jika kondisinya sekarang nomor sudah di-hack dan ditakutkan disalahgunakan untuk kepentingan tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Nomor WhatsApp +62 852-1717-7000 milik istrinya tersebut, papar Helldy, adalah yang biasa digunakan sehari-hari. “Jadi itu nomor istri yang sekarang kondisinya sudah di-hack. Saya mohon waspada sebab biasanya kirim pesan yang tidak semestinya,” kata dia. (Kominfo Cilegon/Yudi)