Pandeglang, ( suarasiber.co.id ) – Dinas Kesehatan Provinsi Banten lakukan sosialisasi terintegrasi minum Tablet Tambah Darah (TTD) di Kab/Kota dalam gerakan intervensi Gizi Spesifikasi (Pencegahan Stunting) di Kantor Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten. pada Rabu, (24 Mei 2023).
Acara ini juga dihadiri Kepala Puskesmas Cimanuk, Camat Cimanuk, DPRD Komisi 5 Banten, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, dan beberapa elemen baik elemen pendidik maupun elemen masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menunjukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, yang mencatat bahwa anemia pada anak Usia 5-14 tahun sebanyak 26,8% untuk usia tahun 15-24 sebanyak 32%, yang berarti 3 dari 10 anak di indonesia menderita anemia.
Untuk itu, dengan adanya gerakan ini menjadi edukasi sehingga dapat mengubah perilaku konsumsi tertutama bagi ibu hamil dan menyusui untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
“Diharapakan, dapat meningkatkan pengetahuan dan persepsi bagi ibu hamil, ibu bayi dan balita dan ibu menyusui untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan porsi gizi dan frekuensi makan,” katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinkes Pandeglang Raden Dewi Setiani menjelaskan, pentingnya mengoptimalkan pemberian TTD bagi remaja putri dalam program buku panduan Cegah Anemia Remaja Indonesia (CERIA) yang dapat di unduh di Play Store.
Ia juga mengatakan, Remaja putri adalah pokok utama untuk mencegah dan memutus Stunting pada bayi, maka dari itu Dinkes meminta pihak sekolah mampu mengoptimalkan pemberian pil TTD dan mencegah perilaku diet asal yang kerap dilakukan remaja putri.
“Untuk mencegah Stunting pada bayi tentu perlu memperhatikan kesehatan dan gizi calon ibu, oleh karena itu calon ibu (remaja putri) perlu di perhatikan dan di dorong beberapa pihak, baik pihak sekolah maupun pihak orang tua di rumah, guna menghindari perilaku diet buruk dan pencegahan anemia dengan mengkonsumsi pil TTD,” Tambahnya.
Sementara itu, H. Fitron Nur Ikhsan, M.Sc Wakil Ketua Komisi 5 menjelaskan, Pentingnya mengedukasi mengenai Gizi dan Kesehatan kepada remaja putri untuk tidak sembarangan melakukan diet asal.
“Yang perlu di perhatikan oleh remaja putri bapak/ibu adalah memberikan pengertian pola diet yang baik dan pemberian gizi yang dibutuhkan,” Ujarnya.
Selanjutnya, Camat Cimanuk Dedi Taptajani mengatakan, pihaknya siap mendorong serta menyokong setiap gerakan kesehatan yang diprogramkan Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kecamatan Cimanuk siap mendorong setiap program Dinas Kesehatan untuk memotong mata rantai Stunting dan meningkatkan SDM diwilayahnya,” Pungkasnya.
(Adv)

