PANDEGLANG, (suarasiber.co.id) – Kumbili merupakan salah satu tanaman pangan jenis umbi – umbian yang tidak seperti dulu, sekarang mulai sulit di jumpai di pasar-pasar. Namun siapa yang mengira Kumbili tumbuh subur dan panen melimpah di wilayah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bahkan tanaman pangan lokal ini telah menjadi komoditas unggulan kecamatan Memes yang terkenal sebagai sentra tanaman Kumbili di kabupaten pandeglang. Saat ini, penanaman Kumbili di klaim masih cukup luas di tanam para petani pedesaan yang hanya terdapat di wilayah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Hal tersebut diungkap Gatot Ginanjar Koordinator Penyuluh (Korluh) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Menes, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang saat monitoring pasca panen Kumbili di wilayah kerjanya, senin (10/07/2023).

Mau tau cerita Gatot Ginanjar saat di lapangan melakukan pembinaan kepada petani setempat yang bergerak dibidang tanaman pangan kembali, yuk simak penuturannya.

Saat ini saya Korluh BPP Kecamatan Menes (Gatot Ginanjar) sedang berada disalah satu anggota kelompok tani (poktan) Bina Tani dimana salah satu anggotanya (Mang Radil) menjadi pengepul dari pada tanaman Kumbili.

Menurut Gatot,Mang Randil orangnya selain menjadi petani Kumbili juga sekaligus menjadi pengepul dari Kumbili. “Ini Kumbili yang saat ini sudah dipanen sedang dikumpulkan karena memang Kumbili ini hanya panen dalam waktu satu tahun sekali hanya di bulan enam (Juni) ke bulan Delapan (Agustus),” Katanya.

Saat ini terlihat disini Mang Randil sedang melakukan penyortiran Kumbili. “Saat Kumbili sedang disortir dibagi menjadi beberapa grade ada grade kecil ,Menengah dan besar, Nah ini masuk grade kecil, Nah mungkin ini grade sedang dan yang di sana tadi di karung karung ini sudah grade besar,” Rincinya.

Ada pun, untuk pemasaran, Kumbili dijual di pasar – pasar terdekat di wilayah kecamatan Menes maupun dijual ke pasar pandeglang hingga ke wilayah Tangerang, provinsi Banten.

“Saat hasil panen lumayan bagus,dengan kisaran harga sekarang sekitar Rp.8000/Kg,” Katanya.

Gatot berharap, mudah mudahan ini Kumbili nantinya jadi salah satu komoditas unggulan dari kecamatan Menes.

“Kita doakan saja dari Kumbili memandang dunia,” harapnya.

Kepala Dinas pertanian dan ketahanan pangan (DPKP) Kabupaten pandeglang Dr.Nasir,SP,MBA,MP mengapresiasi para penyuluh di lapangan yang telah mewujudkan kemandirian pangan lokal di desa desa.

“Pangan lokal setiap wilayah kecamatan harus terus dikembangkan, cara para penyuluh pertanian harus mampu membuat inovasi inovasi yang dapat membantu para petani di desa desa,” Kata Nasir.

Dr.Nasir mengatakan bahwa pangan lokal yang berkembang di kabupaten pandeglang sebagai salah satu pangan alternatif ,tidak hanya tanaman Kumbili. “Ada banyak komoditas pangan lokal lainya sebagai salah satu pangan alternatif seperti umbi jalar,gayong,umbi garut (irut ),iles iles (suweg),umbi kentang, umbi, kelapa, singkong, pisang, sukun, sente, gadung, umbi koneng dan talas beneng,” tutupnya. (*)