JAMBI, (suarasiber.co.id) – Karantina Jambi melakukan pemeriksaan terhadap 10 ribu ton cangkang sawit yang akan diekspor ke Jepang. Negari Sakura tersebut memanfaatkan cangkang sawit dan mengolahnya menjadi sumber energi primer yang ramah lingkungan. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan bahwa komoditas tersebut memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh negara tujuan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Karantina Jambi melibatkan dua aspek utama, yaitu pemeriksaan administrasi dan fisik. Sugeng Riyadi, Pemeriksa Karantina Tumbuhan Mahir mengecek dokumen terkait ekspor. Pemeriksaan administrasi bertujuan untuk memastikan bahwa semua persyaratan hukum dan teknis telah dipenuhi sebelum komoditas dapat diekspor.

“Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan bahwa cangkang sawit yang akan diekspor bebas dari penyakit dan bahan kontaminasi lainnya. Pengawasan langsung dilakukan terhadap kualitas fisik cangkang sawit, memastikan tidak adanya serangga yang menempel yang dapat mempengaruhi kualitas dari produk ekspor tersebut,” jelas Sugeng, Jumat (2/2).

Sugeng menambahkan bahwa selain pemeriksaan fisik secara visual, dilakukan juga pengambilan sampel untuk diuji lebih lanjut di Laboratorium Karantina Jambi. “Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada serangga, jamur ataupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) lainnya yang menempel pada cangkang,” kata Sugeng.

Sudiwan Situmorang, Kepala Karantina Jambi menyatakan bahwa pihaknya memberikan prioritas tinggi pada keamanan dan kesehatan komoditas yang diekspor. “Kami bekerja sama dengan para eksportir dan produsen untuk memastikan bahwa semua persyaratan telah dipenuhi. Keberhasilan pemeriksaan ini tidak hanya penting untuk melindungi NKRI, tetapi juga untuk menjaga kualitas dan reputasi produk ekspor Indonesia di pasar internasional,” ujar Sudiwan.

#FasilitasiPerdagangan
#KarantinaJambi