SERANG, (suarasiber.co.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten akan melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Bulan Agustus 2025
Sehubungan dengan program tersebut,
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, dr. H. Ati Pramudji Hastuti, MARS, kembali mengingatkan masyarakat Banten akan pentingnya pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Provinsi Banten pada bulan Agustus 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang kepada anak-anak usia sekolah melalui imunisasi yang aman dan efektif.
“BIAS tahun ini, ditujukan kepada Siswa-siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dimulai dari kelas 1, kelas 2, dan kelas 5, dengan jenis imunisasi yang berbeda sesuai tingkat usia dan kebutuhan imunologis anak,” jelas Ati.

Ada pun jenis imunisasi dan sasarannya adalah sebagai berikut:
1. Kelas 1 SD/MI akan mendapatkan:
o Imunisasi Campak – Rubela (MR): untuk mencegah penyakit campak dan rubela, yang dapat menyebabkan komplikasi berat seperti radang otak, kebutaan, dan kecacatan.
o Imunisasi Difteri-Tetanus (DT): untuk memberikan perlindungan awal terhadap dua penyakit mematikan tersebut.
2. Kelas 2 SD/MI akan mendapatkan:
o Imunisasi Tetanus Difteri (Td): sebagai lanjutan untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap tetanus dan difteri.
3. Kelas 5 SD/MI akan mendapatkan:
o Imunisasi Tetanus Difteri (Td): sebagai dosis penguat menjelang masa remaja, untuk memperpanjang kekebalan tubuh dari penyakit yang berbahaya tersebut.
o Imunisasi Human Papillomavirus (HPV): Sebagai langkah preventif terhadap kanker serviks pada perempuan.
“Metode pemberian imunisasi dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas melalui suntikan intramuskular atau subkutan, tergantung pada jenis vaksin yang digunakan,” kata Ati.
“Semua prosedur dilakukan sesuai standar medis yang ketat, menggunakan alat suntik steril sekali pakai, serta diawasi langsung oleh tenaga medis yang berpengalaman. Anak-anak yang menerima imunisasi juga akan mendapatkan pemantauan pasca penyuntikan untuk mengantisipasi reaksi ringan yang mungkin timbul seperti nyeri di lokasi suntikan atau demam ringan,” sambung Ati.
dr. H. Ati Pramudji Hastuti, MARS, menyampaikan pentingnya peran serta orang tua dan sekolah dalam mendukung pelaksanaan imunisasi. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk memastikan anak-anak mengikuti imunisasi BIAS sesuai jadwal. Imunisasi adalah investasi penting untuk masa depan anak, dan menjadi upaya kita bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan tangguh,” ujar beliau.
Di sisi lain, kata Ati Pramudji Hastuti, Dinkes Provinsi Banten telah berkoordinasi dengan seluruh Dinkes Kabupaten/Kota, Puskesmas, serta sekolah-sekolah agar pelaksanaan imunisasi BIAS dapat berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.
“Program ini bersifat gratis, dan orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya apapun untuk mendapatkan layanan imunisasi tersebut,” ungkap Ati.
Ati Pramudji Hastuti menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang jadwal pelaksanaan dan jenis vaksin yang diberikan, informasi dapat diperoleh melalui Puskesmas setempat, guru kelas, atau kanal informasi resmi Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
“Berharap, melalui program BIAS 2025, Dinkes Provinsi Banten tercapainya cakupan imunisasi yang tinggi, demi melindungi seluruh anak-anak di Banten, dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan imunisasi, kita melindungi satu anak, sekaligus menjaga kesehatan seluruh masyarakat,” tutupnya. (Adv)


