LEBAK, (suarasiber.co.id) — Wakil Gubernur Lemhannas RI melaksanakan kunjungan kerja sekaligus kegiatan bakti sosial (baksos) di wilayah adat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (1/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Lemhannas RI didampingi langsung oleh Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Edi Saputra, Danramil Leuwidamar serta sejumlah pejabat Lemhannas dan Forkopimda Lebak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antara Lemhannas RI dengan masyarakat adat Baduy, sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat pedalaman yang tetap menjaga kelestarian adat dan kearifan lokal.

Wakil Gubernur Lemhannas RI menyampaikan apresiasi atas keteguhan masyarakat Baduy dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan lingkungan hidup di tengah arus modernisasi.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk belajar dari masyarakat Baduy tentang keteguhan menjaga adat dan kelestarian alam. Nilai-nilai ini sangat penting bagi ketahanan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Danrem 064/MY Brigjen TNI Edi Saputra menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Lemhannas dan TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah.

“Kami siap mendukung upaya-upaya yang memperkuat ketahanan sosial dan kemandirian masyarakat, termasuk masyarakat adat seperti Baduy yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkap Danrem.

Kegiatan baksos tersebut meliputi pembagian paket sembako kepada warga Baduy dan Baduy luar yang langsung di berikan Wakil gubernur Lemhannas RI

Jaro Oom, selaku Kepala Desa Kanekes, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui Lemhannas RI dan jajaran TNI.

“Kami masyarakat Baduy merasa dihargai. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, dan semoga silaturahmi ini terus terjalin,” ujar Jaro Oom

Rombongan juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar, meninjau sentra kerajinan, serta berdialog tentang pelestarian budaya dan pembangunan berkelanjutan tanpa mengubah tatanan adat.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat, penuh keakraban, dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia. (*)