LEBAK, (suarasiber.co.id) – Program BUMDes, Desa Asem, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, yang mengusung skema “Ketapang” untuk penggemukan ternak kerbau berjalan dengan lancar. Hingga kini, enam ekor kerbau telah tumbuh sehat di kandang penggemukan yang dibangun dengan standar terbaik — ventilasi memadai, sanitasi terjaga, pakan bergizi, serta pengawasan rutin oleh tim peternakan desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini sekaligus menjadi implementasi dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional “Astacita”, yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan dan kesejahteraan petani/­peternak desa.

Kegiatan penggemukan dijalankan secara profesional oleh BUMDes bersama para peternak lokal, dengan pengawasan dari unsur desa dan petugas teknis, serta draft manajemen pakan dan kesehatan ternak untuk memastikan keberlanjutan hasil.

Kepala Desa Asem, Ajo Suharjo menyampaikan optimisme dan visi jangka panjang.

“Melihat enam ekor kerbau yang sehat dan berkembang dengan optimal di kandang yang kami sediakan, saya yakin desa ini mampu menjadi motor ekonomi baru melalui sektor peternakan. Ketika desa diberi kesempatan dan fasilitas yang memadai, maka potensi alam dan SDM-nya bisa tumbuh secara mandiri. Penggemukan kerbau bukan sekadar usaha — ini adalah wujud nyata bahwa kemandirian ekonomi desa bisa dibangun dari bawah, dengan kerja keras, disiplin, dan kejujuran.”

Ia menambahkan, bahwa keberhasilan tahap awal ini diharapkan menjadi cikal-bakal pengembangan peternakan skala lebih besar, menciptakan lapangan kerja bagi warga, dan meningkatkan pendapatan keluarga peternak.

Ketua BUMDes Desa Asem Ajat menyatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, pihaknya akan memperluas program: meningkatkan jumlah ternak, memperbaiki sistem pakan & kesehatan, serta membuka akses pasar lokal maupun regional untuk hasil ternak — sehingga manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat desa secara merata.

Dengan kondisi kandang terbaik dan ternak sehat, BUMDes Asem menunjukkan bahwa desa pun bisa sejajar dalam hal produktivitas dan kemandirian ekonomi, sesuai semangat program “Astacita” dan visi pembangunan nasional. (Azhari)