PANDEGLANG, (suarasiber.co.id) — Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti hajat khitanan Radeva Radeasta Asidin, putra dari pasangan Asidin dan Mashiro Hayati, yang digelar di Kampung Sabrang, Desa Pasir Peteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (27/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara khitanan tersebut berlangsung khidmat namun sarat kehangatan, mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan yang telah lama dijaga oleh keluarga besar Asidin. Kehadiran sanak saudara, tokoh masyarakat, serta warga sekitar memperlihatkan eratnya jalinan silaturahmi yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat Cadasari.

Sebagai bagian dari keluarga besar Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH), momen sakral ini juga menjadi ruang kebersamaan antara keluarga dan organisasi. Kehadiran TTKKDH Kabupaten Pandeglang bersama TTKKDH Kecamatan Cadasari menambah kekhidmatan acara, sekaligus mempertegas kuatnya nilai persaudaraan dan solidaritas yang terbangun dalam tubuh organisasi.

Nuansa budaya semakin terasa ketika pertunjukan debus dari TTKKDH Kecamatan Cadasari ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian acara. Atraksi seni tradisi khas Banten tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol pelestarian warisan leluhur yang terus dijaga oleh keluarga besar TTKKDH.

Asidin, selaku orang tua, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu serta keluarga besar TTKKDH yang turut membersamai acara tersebut.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur. Kehadiran keluarga, masyarakat, dan keluarga besar TTKKDH menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Ini bukan hanya tentang khitanan anak kami, tetapi tentang kebersamaan dan doa yang mengiringinya,” ujar Asidin.

Ia juga menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk putra tercintanya.

“Semoga Radeva tumbuh menjadi anak yang sholeh, berakhlak baik, sehat, serta kelak mampu membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan menjaga nilai-nilai budaya yang kami junjung,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Kesti TTKKDH Macan Putih Kabupaten Pandeglang, Abah Maman. S turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang sarat nilai kekeluargaan dan budaya tersebut.

“Kami mengapresiasi keluarga Asidin yang telah menjadikan momen khitanan ini sebagai ruang silaturahmi dan pelestarian tradisi. Inilah nilai TTKKDH yang sesungguhnya, menjaga persaudaraan, budaya, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah dalam suasana sederhana namun penuh makna. Kehangatan yang tercipta menjadi gambaran keharmonisan antara keluarga, masyarakat, dan organisasi dalam bingkai tradisi serta nilai kebersamaan.
Melalui hajat khitanan ini, keluarga Asidin berharap semangat persaudaraan, nilai budaya, dan doa-doa kebaikan senantiasa mengiringi langkah Radeva Radeasta Asidin di masa depan. Sebuah momentum yang tidak hanya meninggalkan kesan bahagia, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga dan organisasi dalam menjaga tradisi luhur TTKKDH.(Azhari)