PANDEGLANG, (suarasiber.co.id) – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Banten Andra Soni, Senin (12/1/2025).
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas peluncuran program Sekolah Rakyat yang dinilai sejalan dengan visi besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Program Sekolah Rakyat ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi Banten tentu sangat mendukung penuh,” tegas Andra Soni.
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan dan membangun masa depan bangsa.
“Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pusat pendidikan yang mampu mencetak generasi emas 2045. Salah satu jalan paling efektif untuk keluar dari kemiskinan adalah melalui pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat, yang mewakili Bupati Pandeglang, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pengentasan kemiskinan.
“Sekolah Rakyat merupakan langkah konkret pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pemberian akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” katanya.
Menurut Asep, program ini tidak hanya bertujuan memberikan pendidikan tanpa biaya, tetapi juga menekan angka putus sekolah serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
“Tujuan utama Sekolah Rakyat adalah menghadirkan keadilan pendidikan, mengurangi ketimpangan sosial, dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” pungkasnya. (Azhari)


