CILEGON (suarasiber.co.id) -Kemendukbangda/BKKBN Provinsi Banten menggelar Konsolidasi Penguatan Kader Pendamping Keluarga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, di Kelurahan Cikerai, Kota Cilegon, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat intervensi gizi keluarga sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Cilegon Robinsar, unsur Forkopimda Kota Cilegon, perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, perangkat daerah, unsur kecamatan dan kelurahan, mitra kerja kesehatan, serta kader pendamping keluarga dan kader Bangga Kencana Kota Cilegon.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa penguatan peran kader pendamping keluarga menjadi kunci keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi kelompok rentan sasaran 3B.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan pangan, tetapi investasi masa depan bangsa. Ketika ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas, maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kualitas sumber daya manusia ditentukan sejak awal kehidupan, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi fondasi utama pembentukan kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas manusia. Karena itu, intervensi gizi pada periode tersebut menjadi prioritas nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Menurutnya, meskipun prevalensi stunting nasional telah menurun menjadi sekitar 19,8 persen, tantangan masih cukup besar karena masih terdapat jutaan anak Indonesia yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
“Satu anak stunting berarti satu masa depan yang harus kita selamatkan. Oleh karena itu, upaya penurunan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, sistematis, dan terukur,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Cilegon terhadap pelaksanaan program MBG serta penguatan peran kader di lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan keluarga.
“Kami mengapresiasi langkah BKKBN yang terus memperkuat kapasitas kader pendamping keluarga. Pemerintah Kota Cilegon siap bersinergi agar program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.
Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangda/BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra, menambahkan bahwa konsolidasi ini bertujuan memastikan kesiapan kader dalam melakukan pendampingan langsung kepada keluarga sasaran hingga tingkat kelurahan dan lingkungan masyarakat.
“Kader pendamping keluarga memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan program berjalan efektif. Melalui konsolidasi ini, kami memperkuat kapasitas kader agar pendampingan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kemendukbangda/BKKBN Provinsi Banten bersama pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan Bedah Rumah Keluarga Risiko Stunting (KRS) kepada salah satu keluarga penerima manfaat di Kelurahan Cikerai.
Program ini merupakan bentuk intervensi terpadu yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan kualitas hunian layak sebagai faktor penting dalam mendukung kesehatan keluarga.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Kemendukbangda/BKKBN Provinsi Banten bersama Wali Kota Cilegon dan unsur Forkopimda kepada keluarga penerima manfaat.
Selain bantuan bedah rumah, pada kesempatan tersebut juga diserahkan paket sembako sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga selama proses pemulihan dan peningkatan kesejahteraan.
Melalui program ini, pemerintah berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal keluarga penerima, tetapi juga memperkuat upaya penurunan stunting melalui perbaikan lingkungan hunian, pemenuhan gizi, serta pendampingan berkelanjutan oleh kader pendamping keluarga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra kesehatan, serta kader Bangga Kencana semakin solid sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan maksimal dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas gizi keluarga serta percepatan terwujudnya generasi Banten yang sehat dan berkualitas.(Azhari)


