SERANG, (suarasiber.co.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Banten, Amrullah, mengajak seluruh elemen organisasi dan masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam mendukung program-program strategis keagamaan di wilayah Banten. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama dan santunan yatim yang digelar Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Banten, Senin (2/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan itu turut dihadiri pejabat Eselon III dan para Ketua Tim Kerja (Katimker) di lingkungan Kanwil Kemenag Banten. Momentum santunan yatim dinilai bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga penguatan nilai keumatan dan kebersamaan lintas elemen.

Koordinator Presidium MW KAHMI Provinsi Banten, Dedi Arisandi, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Majelis Wilayah (MW) dan Majelis Daerah (MD) se-Provinsi Banten agar kontribusi organisasi semakin terasa nyata di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi. Kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama berkontribusi aktif, memperkuat koordinasi antara MW dan MD demi kemaslahatan umat,” ujar Dedi.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Provinsi Banten, Bahri, mengingatkan pentingnya membangun sinergitas yang tidak hanya bersifat regional, tetapi juga terintegrasi secara nasional. Menurutnya, soliditas jaringan alumni dan tokoh masyarakat akan memperkuat daya dorong pembangunan sosial dan keagamaan.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Banten, Amrullah, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program strategis keagamaan di Banten. Ia menyoroti urgensi pemberdayaan tanah wakaf agar lebih produktif serta percepatan sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat.

“Penguatan program strategis keagamaan membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak. Pemberdayaan tanah wakaf harus dikelola secara profesional dan produktif, begitu pula percepatan layanan halal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Amrullah.

Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan para alumni, program-program keagamaan di Provinsi Banten dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan manfaat luas bagi umat.

Kegiatan santunan yatim tersebut pun menjadi simbol nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan berdaya di Provinsi Banten.(Azhari)