JAKARTA, (suarasiber.co.id) – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI), didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), menyelenggarakan kegiatan Dialog Penguatan UMKM Berbasis Sawit. Adapun dialog yang mengangkat tema “Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Kelapa Sawit” ini berlangsung di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dinamika global yang mengarah pada potensi krisis perlu diantisipasi melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat, khususnya di tingkat desa.
“LPM memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat. Kami telah mulai memetakan berbagai tantangan dari level desa, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Ahmad Doli.

Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan koperasi, menjadi langkah penting yang perlu didukung melalui sinergi multipihak. Menurutnya, kolaborasi dengan BPDP membuka peluang besar dalam mengintegrasikan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui berbagai program strategis.
“BPDP terus mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir, termasuk melalui program peremajaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap UMKM dan koperasi. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem Pemberdayaan UMKM & Koperasi Petani Komoditas Perkebunan,” jelas Helmi.

Ia juga menyampaikan bahwa BPDP membuka berbagai peluang bagi generasi muda, termasuk program beasiswa di bidang kelapa sawit serta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing pelaku usaha berbasis perkebunan.
“BPDP kini membuka beasiswa bagi kalangan anak muda yang ingin belajar mengenai sawit. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi,” tuturnya.

Dalam sesi diskusi publik, turut hadir sejumlah narasumber, antara lain Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, serta pelaku UMKM, Ir. Rara Sarini.
Bagus Rahman dalam paparannya menekankan pentingnya transformasi UMKM melalui inovasi, riset, dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan UMKM yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Rara Sarini mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, termasuk komoditas perkebunan.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan Pemberdayaan UMKM & Koperasi Petani Komoditas Perkebunan secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. (**)