LEBAK, (suarasiber.co.id) – Semangat pengabdian terlihat dari aktivitas para driver Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Yayasan Amanah Cinta Indonesia yang berlokasi di Kampung Tungku, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (21/5/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejak pagi hari, para driver tampak sigap menyiapkan dan mendistribusikan menu makanan bergizi ke sejumlah sekolah penerima manfaat. Dengan penuh tanggung jawab, armada distribusi bergerak menyusuri berbagai titik pengantaran demi memastikan makanan diterima siswa dalam kondisi baik, tepat waktu, dan higienis.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah melalui pelayanan yang profesional dan berkelanjutan.

Accounting SPPG Tungku, Nasrul Wahid mengatakan, semangat para driver merupakan cerminan kepedulian sosial dan dedikasi terhadap generasi penerus bangsa.

“Pagi hari menjadi momentum penting bagi seluruh tim untuk bekerja maksimal. Para driver bukan hanya mengantarkan makanan, tetapi juga membawa harapan agar anak-anak dapat belajar dengan sehat, semangat, dan bahagia. Kami ingin pelayanan ini berjalan konsisten dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Nasrul Wahid.

Ia menambahkan, kekompakan tim menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan program MBG agar tetap berjalan optimal setiap harinya.

Sementara itu, Mitra SPPG Tungku, H. Dadan menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar distribusi makanan, melainkan bentuk investasi sosial untuk masa depan generasi muda Indonesia.

“Kami percaya bahwa anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berdaya saing. Karena itu, pelayanan ini harus dijalankan dengan hati, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Semangat para driver setiap pagi adalah bukti bahwa kerja kemanusiaan selalu dimulai dari ketulusan,” ungkapnya.

Program MBG yang dijalankan SPPG Tungku terus mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai membantu pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik sekaligus menghadirkan pelayanan yang humanis dan terorganisir.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi, langkah para driver yang berangkat membawa paket makanan bergizi menjadi simbol sederhana tentang kepedulian dan harapan.

Dari Kampung Tungku, semangat berbagi itu terus melaju, menyapa sekolah-sekolah dan menyalakan optimisme bahwa masa depan bangsa dibangun dari perhatian terhadap generasi muda hari ini.(Azhari)