PANDEGLANG, (suarasiber.co.id) – Warga Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, selama ini dihadapkan pada dua masalah, yakni kebanjiran saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Kondisi ini terjadi karena kondisi alam dan akibat buruknya sistem irigasi di desa tersebut. Untuklah, warga bersama pemerintah desa dan mahasiswa KKN Kelompok 19 Unma 2026, mencoba mengatasinya dengan melakukan normalisasi drainase dan membangun saluran irigasi yang dilakukan dari Minggu-Selasa (26 – 28/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Desa Weru, Herman Patoni mengungkapkan, daerahnya merupakan lahan datar dan wilayah persawahan sehingga diperlukan sistem irigasi yang baik, Untuk itu, warga dan pemerintah desa yang didukung mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Kelompok 19 Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten tahun 2026, sepakat melakukan normalisasi dan membuat saluran irigasi.

“Mungpung musim kemarau dan sedikit masih ada air, kami lakukan normalisasi drainase di lingkungan warga. Agar air bisa mengalir dengan baik, dan juga bisa sekaligus mengairi sawah masyarakat, kita bangun saluran irigasi ke pesawahan,” jelas Herman, Selasa (28/7/2026).

Dikatakan Herman, normalisasi drainase dan pembangunan irigasi ini, merupakan kerja bareng antara masyarakat dan Pemerintah Desa Weru yang dimotori peserta KKN Kelompok 19 Unma Banten. Namun pembangunan irigasi belum bisa dilakukan secera permanen karena ketiadaan dana.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN kelompok 19 dari Unma yang berperan aktif bergotong royong bersama masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” katanya.

Sementara Empud, wrag Desa Weru berharap, dengan terbangunnya irigasi dan dilakukannya normalisasi drainase, banjir dan kekeringan yang terjadi setiap tahun, dapat teratasi. Untuk itu, ia sangat berterima kasih atas bantuan dan inisiatif mahasiswa KKN dari kelompok 19 Unma.

“Kami berharap, setelah ini, pemerintah kabupaten dan provinsi maupun pusat, bisa melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan warga, pemerintah desa dan mahasiswa dengan membangunnya secera permanen,” harapnya.

Muhamad Toha, anggota Kelompok 19 KKN Unma 2026, pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat, dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan irigasi yang dihadapi warga Desa Weru. “Kami senang bisa terlibat dalam pembangunan irigasi dan normalisasi drainase ini. Namun, kami kami hanya bias membantu tenaga dan ide, sehingga perlu dilanjutkan pemerintah,” tandasnya.

Sedangkan Nana Sutisna, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 19 Desa Weru, KKN Unma Banten mengatakan, kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara warga, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam menghadapi persoalan masyarakat. “Kolaborasi ini, tidak boleh hanya dilakukan secara insidental, tapi harus dilakukan semua kalangan agar persoalan yang dihadapi masyarakat, bisa dengan mudah terselasaikan,” katanya.