Tangsel, (suarasiber.co.id) – Benyamin Davnie Ajak Warga Bersatu Wujudkan RW Bebas TBC di Tangerang Selatan
TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat langkah percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) melalui berbagai program berbasis masyarakat. Salah satu strategi unggulannya adalah Program RW Bebas TBC, yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, hingga warga dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Eliminasi TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama. Melalui program RW Bebas TBC, kami ingin membangun kepedulian masyarakat agar semakin mengenali gejala TBC, tidak ragu memeriksakan diri, serta mendukung pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan mempercepat tercapainya eliminasi TBC di Kota Tangerang Selatan,” ujar Benyamin, Rabu (8/7/2026).
Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat karena merupakan penyakit menular yang menyebar melalui udara. Meski demikian, penyakit ini dapat disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini dan pasien menjalani pengobatan secara disiplin hingga selesai.
Melalui Program RW Bebas TBC, masyarakat didorong untuk lebih mengenali gejala penyakit, terutama batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, serta mengajak warga yang mengalami gejala tersebut untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan memberikan dukungan moral kepada pasien agar tetap menjalani pengobatan sampai dinyatakan sembuh.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan juga terus memperkuat layanan di seluruh fasilitas kesehatan dengan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, pelacakan kontak erat pasien, peningkatan kapasitas kader kesehatan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah wilayah hingga tingkat RT dan RW.
Menurut Benyamin, pendekatan promotif dan preventif menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC sekaligus mempercepat penemuan kasus sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penderita TBC karena penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
“Untuk itu, saya atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama menghapus stigma terhadap TBC. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara disiplin sesuai anjuran tenaga kesehatan,” tegasnya.
Melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, Pemkot Tangsel optimistis target eliminasi TBC dapat tercapai sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan peduli terhadap sesama.


