TANGERANG SELATAN, (suarasiber.co.id) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah terdepan dalam transformasi digital pemerintahan. Keberhasilan menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi membuat Kota Tangsel dipercaya menjadi lokasi Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan V Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang berlangsung di Command Center Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Selasa (21/7/2026), menjadi forum berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik (best practice) penerapan transformasi digital di lingkungan pemerintahan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menjelaskan bahwa transformasi digital yang dikembangkan Pemkot Tangsel tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi semata, tetapi diarahkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, transparan, dan mudah dijangkau masyarakat.

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, inovasi yang kami bangun selalu berorientasi pada pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi,” ujar Asep.

Digitalisasi Pelayanan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Dalam paparannya, Asep memperkenalkan sejumlah inovasi unggulan yang telah menjadi bagian dari ekosistem layanan digital Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Salah satu inovasi tersebut adalah Tangsel ONE, platform layanan publik berbasis WhatsApp yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah dalam satu kanal komunikasi. Melalui sistem ini, masyarakat tidak lagi harus mengakses berbagai aplikasi berbeda untuk memperoleh layanan pemerintahan.

Selain itu, peserta studi lapangan juga diperkenalkan dengan Helita (Helo Kita Tangsel), layanan informasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk memberikan informasi pelayanan publik secara cepat, akurat, dan responsif selama 24 jam.

Di sektor administrasi pemerintahan, Diskominfo Tangsel juga mengembangkan SISUMAKER (Sistem Surat Masuk dan Keluar) yang mendigitalisasi proses persuratan sehingga birokrasi menjadi lebih efisien, terdokumentasi dengan baik, serta mudah ditelusuri.

Bukan Sekadar Teknologi

Menurut Asep, keberhasilan transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan sistem informasi. Faktor terpenting adalah kesiapan sumber daya manusia, baik aparatur pemerintah maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.

Karena itu, Diskominfo Tangsel terus memperkuat literasi digital melalui berbagai kolaborasi dengan komunitas masyarakat.

Kerja sama dilakukan bersama Gerakan Pejuang Subuh, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), berbagai sekolah, hingga komunitas lainnya untuk membangun budaya digital yang sehat.

“Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menggunakan ruang digital secara cerdas, aman, produktif, dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Komunikasi Publik Semakin Terbuka

Transformasi digital di Tangsel juga diperkuat melalui strategi komunikasi publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Diskominfo memanfaatkan berbagai platform media sosial sebagai sarana penyebarluasan informasi mengenai program pembangunan, pelayanan publik, edukasi masyarakat, hingga penanganan isu-isu strategis secara cepat dan terbuka.

Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui komunikasi yang lebih transparan serta responsif terhadap kebutuhan publik.

Menjadi Referensi Daerah Lain

Kepercayaan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah menjadikan Tangsel sebagai lokus studi lapangan menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik yang dikembangkan pemerintah kota telah mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Melalui forum tersebut, para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator memperoleh kesempatan mempelajari secara langsung strategi transformasi digital yang diterapkan Kota Tangerang Selatan sebagai referensi dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik di daerah masing-masing.

Asep berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat kolaborasi antardaerah dalam membangun birokrasi modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Forum seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Kami percaya setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing. Melalui kolaborasi dan pertukaran praktik baik, kita dapat bersama-sama mendorong lahirnya pelayanan publik yang semakin inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Kota Tangerang Selatan menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi menjadi strategi pembangunan pemerintahan modern yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat transparansi, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.