SERANG, (suarasiber.co.id) – Upaya menekan risiko stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten menggandeng Qalamul Umran Indonesia dalam rangkaian Pekan Genting, dengan menyasar langsung keluarga dan lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kolaborasi tersebut menyentuh langsung kehidupan warga di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Kamis (27/8/2026). Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berbicara mengenai stunting dari sisi kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek pola asuh, pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, serta ketahanan keluarga.

Sekban BKKBN Provinsi Banten, Yuda Ganda Putra, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan bersama. Menurutnya, intervensi tidak cukup dilakukan setelah persoalan muncul, tetapi harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama tumbuh kembang anak.

“Pekan Genting ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi. Kita ingin memastikan upaya pencegahan stunting benar-benar menyentuh keluarga, bahkan sampai ke dapur warga. Karena persoalan gizi dan tumbuh kembang anak sangat erat kaitannya dengan apa yang dilakukan keluarga setiap hari,” ujar Yuda.

Ia menegaskan, kolaborasi BKKBN Banten bersama Qalamul Umran Indonesia diharapkan mampu memperluas edukasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Menurut Yuda, keluarga memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai risiko stunting. Mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi, pola hidup bersih dan sehat, pengasuhan anak, hingga perhatian terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan.

“Kita tidak ingin penanganan stunting hanya berhenti pada angka atau data. Yang paling penting adalah bagaimana intervensi itu benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mengubah perilaku di tingkat keluarga,” katanya.

Sementara itu, keterlibatan Qalamul Umran Indonesia menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam memperkuat gerakan pencegahan stunting. Kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat dinilai penting agar pesan tentang keluarga sehat dan bebas stunting dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Melalui Pekan Genting, BKKBN Banten mendorong agar gerakan pencegahan stunting tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi tumbuh sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah.
Dari dapur keluarga, pola asuh, hingga lingkungan tempat tinggal, setiap langkah kecil menjadi bagian penting untuk membangun generasi Banten yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.(Azhari)