TANGERANG, (suarasiber.co.id) – Keluarga besar Karo Banten Bersatu (KBB) memperkuat konsolidasi organisasi melalui rapat pleno lengkap pengurus yang digelar di Tangerang, Selasa (25/8/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rapat pleno tersebut menjadi momentum penting bagi KBB dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus mempererat persatuan keluarga besar masyarakat Karo di Provinsi Banten.

Dalam rapat pleno, H. Tobat Ginting ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Karo Banten Bersatu (KBB) periode 2026. Sementara dr. Musa Berahmana dipercaya sebagai Ketua Harian KBB.

Proses pemilihan dan penetapan tersebut dipimpin oleh tiga pimpinan sidang, yakni Bahagia Ginting, Edie Sembiring dan Wasta Ginting.

Penetapan secara aklamasi menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan dan musyawarah di antara jajaran pengurus KBB.

Masmur Sembiring: Kepemimpinan Harus Menjadi Amanah

Ketua Dewan Penasehat KBB Masmur Sembiring mengatakan, rapat pleno memiliki arti penting bagi keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu menjadi perekat seluruh keluarga besar KBB dan membawa organisasi semakin solid.

“Ketua umum yang baru memiliki amanah besar untuk menjaga persatuan dan kebersamaan. KBB harus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Karo di Banten,” ujar Masmur.

Ia berharap kepemimpinan H. Tobat Ginting dapat menghadirkan semangat baru dalam menjalankan roda organisasi.

Menurut Masmur, keberadaan Ketua Harian juga sangat strategis untuk membantu memastikan program dan kegiatan organisasi berjalan secara efektif.

Mustafa Tarigan: KBB Diharapkan Berkembang Menjadi Organisasi Nasional

Harapan lebih besar disampaikan Mustafa Tarigan, selaku Penasehat KBB. Menurutnya, momentum kepemimpinan baru harus menjadi titik awal bagi KBB untuk menyusun arah organisasi yang lebih luas dan memiliki jangkauan lebih besar.

Ia berharap ke depan KBB dapat dirumuskan dan dikembangkan menjadi organisasi berskala nasional, sehingga keberadaannya tidak hanya menjadi wadah masyarakat Karo di Banten, tetapi mampu membangun jaringan persaudaraan Karo di berbagai daerah di Indonesia.

“Harapan kita, KBB ke depan dapat dirumuskan menjadi organisasi nasional. Tentu hal tersebut membutuhkan proses, konsolidasi, penguatan struktur organisasi dan kebersamaan seluruh keluarga besar Karo,” kata Mustafa.

Menurutnya, cita-cita tersebut harus dibangun secara bertahap dengan memperkuat fondasi organisasi terlebih dahulu.

Mulai dari pembenahan struktur kepengurusan, pendataan anggota, program kerja yang jelas, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial dan budaya, hingga membangun komunikasi dengan komunitas Karo di berbagai wilayah.

Dengan fondasi yang kuat, KBB dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi organisasi yang lebih besar dan memiliki kontribusi luas bagi masyarakat.

H. Tobat Ginting: Momentum Memperkuat Persaudaraan

Dengan kepercayaan yang diberikan secara aklamasi, H. Tobat Ginting kini mendapat mandat memimpin KBB.

Mandat tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk menjaga soliditas organisasi serta membangun komunikasi yang semakin baik antara pengurus, anggota dan keluarga besar Karo di Banten.

KBB diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi mampu menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas.

Sejumlah bidang dapat menjadi perhatian kepengurusan ke depan, mulai dari penguatan organisasi, kegiatan sosial kemasyarakatan, pembinaan generasi muda, pelestarian budaya Karo hingga memperkuat hubungan dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

dr. Musa Berahmana Perkuat Roda Organisasi

Penetapan dr. Musa Berahmana sebagai Ketua Harian KBB diharapkan memperkuat koordinasi internal dan pelaksanaan program organisasi.

Posisi Ketua Harian memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh anggota.

Sinergi antara Ketua Umum dan Ketua Harian menjadi salah satu kunci agar KBB mampu menjalankan program secara konsisten dan terarah.

Menjaga Identitas Karo di Banten

Masmur Sembiring menegaskan, salah satu tantangan KBB ke depan adalah bagaimana menjaga nilai-nilai budaya dan persaudaraan Karo di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Generasi muda Karo juga perlu mendapatkan ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi sehingga keberadaan KBB dapat terus berlanjut lintas generasi.

“Kita ingin KBB tetap solid, tetapi juga terbuka dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat Banten,” katanya.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan pengembangan KBB menjadi organisasi dengan jangkauan nasional. Identitas budaya tetap menjadi akar, sementara jaringan organisasi diperluas untuk membangun komunikasi dan kolaborasi masyarakat Karo di berbagai daerah.

Dari Banten untuk Persaudaraan Karo Nasional

Rapat pleno lengkap pengurus KBB tersebut akhirnya bukan hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya visi yang lebih besar.

Dengan terpilihnya H. Tobat Ginting sebagai Ketua Umum dan dr. Musa Berahmana sebagai Ketua Harian, KBB diharapkan memasuki periode baru dengan energi yang lebih kuat.

Gagasan menjadikan KBB sebagai organisasi nasional menjadi tantangan sekaligus peluang. Diperlukan kebersamaan, tata kelola organisasi yang profesional, struktur yang kuat dan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepemimpinan boleh berganti, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi fondasi. Dari Banten, KBB diharapkan tidak hanya menjadi rumah bagi masyarakat Karo, tetapi juga berkembang menjadi jembatan persaudaraan Karo dari Banten untuk Indonesia.