LEBAK, (suarasiber.co.id) – Ada kebiasaan sederhana yang terus dibangun SMK Nurul Husein di Kampung Buek, Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Setiap selesai kegiatan belajar mengajar, para siswa bersama warga sekolah rutin melakukan bersih-bersih lingkungan sekolah, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut bukan sekadar menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. Bagi SMK Nurul Husein, kebiasaan itu menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk membentuk siswa yang disiplin, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SMK Nurul Husein, Nurul Huda, mengatakan pendidikan karakter harus dibangun melalui kebiasaan nyata, bukan hanya melalui teori di dalam kelas.
“Kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Hal sederhana seperti memungut sampah dan merapikan lingkungan merupakan latihan untuk membangun disiplin, kepedulian dan rasa tanggung jawab,” ujar Nurul Huda.
Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik. Sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik agar siap menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.
“Pendidikan yang baik bukan hanya membuat anak pintar, tetapi juga membuat mereka memiliki kesadaran untuk melakukan hal yang benar. Ketika siswa terbiasa menjaga lingkungan sekolah, kita berharap kebiasaan itu terbawa sampai ke rumah, tempat kerja dan lingkungan masyarakat,” katanya.
Nurul Huda menilai budaya bersih merupakan cerminan dari karakter. Karena itu, pembiasaan dilakukan secara konsisten agar siswa memahami bahwa lingkungan yang nyaman lahir dari kepedulian bersama.
“Kami tidak ingin kebersihan hanya menjadi kegiatan seremonial. Kami ingin menjadikannya budaya. Sebab karakter tidak dibentuk dalam satu hari, tetapi melalui kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus,” ungkapnya.
Ia berharap budaya tersebut dapat menjadi bagian dari identitas SMK Nurul Husein dalam mencetak generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga berkarakter dan peduli terhadap lingkungan.
“Anak-anak kita adalah generasi masa depan. Kalau sejak sekarang mereka sudah belajar disiplin, bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan, berarti kita sedang menanam sesuatu yang nilainya jauh lebih besar daripada sekadar lingkungan sekolah yang bersih,” pungkasnya.(Azhari)


