PAPUA, (suarasiber.co.id) – Perwakilan BKKBN Provinsi Papua memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN berjalan lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Dr. Yuda Ganda Putra, S.IP., M.M., bersama Kepala DP3AKB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri, SKM., MPH., Kamis (15/10/2026).

Audiensi menjadi momentum untuk menyatukan langkah antara BKKBN dan pemerintah daerah, khususnya dalam pelaksanaan program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga serta berbagai agenda prioritas pemerintah.

Yuda mengatakan, persoalan kependudukan dan keluarga tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan kerja bersama lintas sektor dengan program yang berbasis data dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Papua.

“Kita tidak ingin program berjalan sendiri-sendiri. Yang kita bangun adalah orkestrasi kerja, di mana data menjadi dasar kebijakan, kolaborasi menjadi cara kerja, dan keluarga menjadi orientasi utama pembangunan,” kata Yuda.

Ia menegaskan, sinergi dengan pemerintah daerah harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar agenda koordinasi.

“Ukuran keberhasilan bukan banyaknya pertemuan atau program yang tercatat di atas kertas, tetapi sejauh mana intervensi pemerintah mampu menjawab kebutuhan keluarga dan memberikan perubahan yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya

Yuda juga menilai Papua memiliki karakteristik geografis dan sosial yang membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak seragam. Karena itu, kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga harus mampu diterjemahkan sesuai kebutuhan daerah.

“Papua memiliki tantangan dan karakteristik yang khas. Karena itu, pendekatan pembangunan juga harus kontekstual. Kita harus bekerja dengan data, memahami kondisi lapangan dan memastikan kebijakan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya

Menurut Yuda, keluarga merupakan titik penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Penguatan keluarga, kata dia, pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kualitas generasi yang akan datang.

“Membangun keluarga berarti sedang menyiapkan masa depan. Ketika keluarga diperkuat, kita sesungguhnya sedang membangun fondasi sumber daya manusia Papua untuk jangka panjang,” katanya.

Dia berharap sinergi BKKBN dan DP3AKB Provinsi Papua semakin kuat sehingga pelaksanaan program prioritas dapat dilakukan secara terintegrasi, terukur dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan kebijakan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi bergerak menjadi kerja nyata. Pemerintah harus hadir lebih dekat dengan keluarga, karena dari keluarga yang berkualitas akan lahir generasi yang berkualitas,” pungkas Yuda.(Azhari)