LEBAK (suarasiber.co.id) – Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana (BKPB) di bawah naungan Perkumpulan Urang Banten (PUB) terus memperkuat kiprahnya dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Provinsi Banten. Sejak awal berdirinya PUB, BKPB telah menjadi bagian penting dari berbagai kegiatan organisasi, terutama dalam merespons bencana dan membantu masyarakat terdampak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komitmen tersebut kembali mendapat pengakuan pada puncak kegiatan Baduy Lestari dan Milad ke-8 PUB. BKPB memperoleh piagam pengukuhan dari Ketua Umum PUB, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Taufiequrachman Ruki, S.H., serta Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.A.P., sebagai bentuk penguatan peran organisasi dalam bidang kebencanaan dan kemanusiaan.

Selama kiprahnya, BKPB PUB telah terlibat dalam berbagai penanganan bencana, mulai dari tsunami Carita, longsor dan banjir Cigobang, penanganan hunian sementara (huntara), kebakaran di wilayah adat Sobang dan Baduy, hingga banjir serta longsor di Bayah, Cikotok, dan sejumlah wilayah lainnya di Banten.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan PUB dalam menerjemahkan semangat kepedulian sosial ke dalam tindakan nyata. Kehadiran relawan di lokasi bencana bukan semata-mata untuk memberikan bantuan darurat, melainkan juga menjadi wujud solidaritas dan tanggung jawab terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

BKPB PUB saat ini diketuai oleh H. Nana Sujana, S.H. Sementara itu, Ki Dede Sudiarto, Sekretaris Umum PUB Kabupaten Lebak, juga menjadi bagian dari BKPB dan turut terlibat dalam berbagai kegiatan mitigasi serta penanggulangan bencana.

Ketua BKPB PUB, H. Nana Sujana, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas organisasi, baik melalui penguatan fasilitas pendukung maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia relawan.

“Kami akan terus meningkatkan sumber daya, baik berupa fasilitas pendukung maupun kualitas relawan PUB. Relawan harus semakin siap, tangguh, dan memiliki kemampuan yang memadai agar dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, khususnya ketika terjadi bencana,” ungkapnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas relawan menjadi kebutuhan penting agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara lebih terarah, cepat, dan efektif. Dengan dukungan sarana yang memadai serta peningkatan kompetensi, BKPB diharapkan mampu memperluas kontribusinya dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Banten.

Senada dengan itu, Ki Dede Sudiarto menegaskan bahwa semangat pengabdian merupakan nilai dasar yang harus terus dijaga oleh seluruh keluarga besar PUB. Baginya, keberadaan organisasi tidak semestinya hanya berorientasi pada nama besar atau pengakuan, tetapi terutama pada manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Sejatinya PUB lahir dengan semangat untuk berkiprah dan berbuat apa yang bisa dilakukan. Bukan to be the best (menjadi yang terbaik), tetapi to do the best (melakukan yang terbaik). Prinsip inilah yang harus terus kita pegang, termasuk dalam kerja-kerja kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” ujar Ki Dede.

Ia menambahkan, setiap bencana menghadirkan ujian bagi solidaritas dan kepedulian bersama. Karena itu, PUB melalui BKPB berkomitmen untuk terus hadir sesuai kemampuan, membangun kesiapsiagaan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar masyarakat yang terdampak bencana tidak merasa berjuang sendirian.

Pengukuhan BKPB pada momentum Milad ke-8 PUB diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat profesionalitas relawan sekaligus memperluas manfaat organisasi. Lebih dari sekadar pengakuan kelembagaan, momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati diukur dari kesediaan untuk hadir, bekerja, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Dengan semangat to do the best, BKPB PUB meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan di Banten, hadir ketika masyarakat membutuhkan, bergerak sesuai kemampuan, dan bekerja demi keselamatan serta kepentingan bersama.