BANTEN, (suarasiber.co.id) — Perwakilan BKKBN Banten melaksanakan sosialisasi Surat Keputusan (SK) Tim Pengelola Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyagatra), Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan koordinasi dalam pengelolaan layanan keluarga, sekaligus memastikan keberadaan Satyagatra dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Badan Perwakilan BKKBN Banten, Dr. Yuda Ganda Putra, S.IP., M.M., mengatakan pengelolaan Satyagatra tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menyangkut bagaimana menghadirkan layanan keluarga yang terarah, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Satyagatra harus kita pahami sebagai bagian dari ekosistem pelayanan keluarga. Karena itu, pengelolaannya tidak cukup hanya tertib secara administratif, tetapi harus dibangun dengan komitmen, koordinasi, dan orientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Yuda.
Menurutnya, penguatan kelembagaan melalui SK Tim Pengelola merupakan langkah penting untuk memperjelas peran, tanggung jawab, serta koordinasi antarunsur yang terlibat dalam pelayanan.
“Ketika struktur dan tugasnya jelas, maka pelayanan akan lebih terarah. Kita ingin setiap sumber daya yang ada tidak berhenti pada dokumen atau struktur organisasi, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi pelayanan yang memberikan nilai tambah bagi keluarga,” katanya.
Yuda menambahkan, pembangunan keluarga membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Karena itu, Satyagatra diharapkan dapat menjadi salah satu ruang pelayanan dan penguatan kapasitas keluarga secara berkelanjutan.
“Keluarga adalah fondasi pembangunan manusia. Maka, setiap kebijakan dan layanan yang menyentuh keluarga harus memiliki perspektif jangka panjang. Kita tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan keluarga agar lebih berdaya, mandiri, dan mampu menghadapi perubahan,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan Satyagatra membutuhkan sinergi dan konsistensi seluruh pihak. Sosialisasi SK Tim Pengelola diharapkan menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan fungsi pelayanan.
“Yang paling penting adalah bagaimana regulasi dan kelembagaan ini bergerak menjadi kerja nyata. Ketika koordinasi kuat, tugas dipahami bersama, dan pelayanan berorientasi pada masyarakat, maka Satyagatra dapat hadir bukan sekadar sebagai sebuah program, tetapi sebagai bagian dari solusi dalam membangun keluarga yang berkualitas,” pungkas Yuda.(Azhari)


