Banten, (suarasiber.co.id) – Provinsi Banten menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 yang diikuti 963 peserta dari 32 provinsi di Indonesia. Ajang ini digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) ke-46 sebagai upaya mendorong prestasi dan memperluas pembinaan olahraga catur nasional.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka Kejurnas Catur ke-51 dan Rakernas Percasi ke-46 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Penunjukan Banten sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan yang harus dijawab dengan penyelenggaraan yang baik. Selain menjadi ajang kompetisi, kejurnas diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Multiplier effect-nya (efek ganda, red) besar sekali. Hotel penuh, kuliner juga akan ramai. Pengunjung banyak datang ke Banten, manfaatnya besar,” ujar Wagub Dimyati.
Dimyati juga mendorong Percasi Banten memperbanyak festival catur, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi hingga masyarakat umum, agar pembinaan atlet berlangsung berkelanjutan dan melahirkan bibit-bibit berprestasi.
Kejurnas Catur ke-51 berlangsung pada 23–29 Oktober 2026 di Convention Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kampus 2 Palima, Kota Serang.
Wakil Ketua Umum PB Percasi Irjen Ahmad Ramadhan mengatakan, Rakernas Percasi akan membahas sejumlah program strategis, di antaranya pengembangan pertandingan catur daring (online), persiapan pra-PON 2027 NTT-NTB dan PON 2032 Banten-Lampung, serta penguatan kategori catur disabilitas, khususnya bagi penyandang tunanetra.
“Catur online ini juga bisa dibuat pertandingan. Kita akan mencari skema atau polanya bagaimana,” kata Ahmad Ramadhan.
Menurutnya, pengembangan catur daring berpotensi memperluas akses masyarakat untuk berkompetisi tanpa dibatasi jarak dan lokasi. Rakernas juga diharapkan menghasilkan program pembinaan yang membuka ruang lebih luas bagi atlet untuk berprestasi, termasuk atlet disabilitas.


