KOTA SERANG (suarasiber.co.id) – Seorang laki-laki pekerja yang tidak tetap atau serabutan, tinggal di rumah yang sudah tua bahkan nyaris ambruk. Dia adalah Suari 65 tahun yang kesehariannya bekerja tidak menentu, kadang kuli bangunan, kadang jadi tukang ojeg, yang paling sering jadi pemulung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Suari menceritakan bahwa dirinya ingin sekali memiliki rumah yang layak huni, sederhana dan sehat, tapi apa daya pekerjaan saya tidak tetap, rasanya tidak mungkin menggapai cita-cita tersebut. Apalagi usia saya yang seharusnya sudah pensiun.

“Jika dapat kerja di proyek bangunan tetap saya lakukan walau tenaga sudah tidak kuat lagi, karena agak lumayan dapat upahnya, tapi harus menanggung bon terlebih dahulu di warung sembako untuk masak setiap harinya, karena kerja kuli bangunan tidak setiap hari dibayar upahnya, dibayarnya seminggu sekali. Karena tidak punya modal terpaksa bon di warung untuk makan setiap hari. Gali lobang tutup lobang,” tutur Suari.

Kemudian kata Suari, yang tinggal di RT 12 /01, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Provinsi Banten. Semenjak Pandemi Covid-19 sama sekali tidak ada pendapatan, paling jadi pemulung barang bekas, itupun tidak seberapa dapatnya buat makan sehari-hari saja tidak cukup. Yang lebih menyedihkan lagi, saat mulung pada musim Corona memuncak, sungguh mendapatkan hasil barang bekas banyak tapi gak ada tempat jual, pengepul barang bekas tidak ada yang mau beli.

“Alasannya tidak mau beli takut tertular virus corona dari pemulung, rasanya sudah putus asa tidak ada harapan lagi mau hidup, makan pun dari belas kasihan orang, untung saja masih ada tetangga peduli terhadap anak saya, yang antar makanan untuk anak saya,” keluh Suari dengan suara lemas.

Lain lagi halnya, mengojeg di massa Pandemi Covid-19, setiap hari sudah beruntung kalau dapat satu penumpang itupun jarak tempuhnya tidak jauh ke alamat tujuan penumpang, berkisar ongkos Rp15.000;. Coba bayangkan dengan penghasilan Rp15.000; sehari, beli bahan bakar aja Rp10.000; ditambah aturan pemerintah tukang ojeg harus menggunakan alat pengaman, semacam tameng, gitu ? Kita tahu sendiri kalau ojek penumpang dengan sopir tidak bisa jaga jarak.

“Mudah-mudahan Pandemi covid-19 cepat selesai, supaya bisa bebas bergerak mencari rezeki untuk menggapai impian punya rumah yang bagus,” cerita Suari sambil tertunduk menandakan didalam dirinya ada rasa sedih.

“Penderitaan saya selama covid-19 bertubi-tubi, Motor buat ngojeg dibawa kabur. Tadinya saya percaya aja sama teman tapi gak begitu akrab, kang pinjam motor ada perlu sebentar, saya pinjamkan motor. Setelah itu, ditunggu satu jam, sampai berjam-jam gak kembali lagi sampai saat ini raib, sudah dimana keberadaannya sudah tidak tahu pagi, padahal didalam boks motor ada KTP saya juga turut hilang tidak kembali lagi, akhirnya sampai sekarang saya tidak punya KTP, mau bikin lagi banyak syaratnya yang harus dipenuhi termasuk harus minta surat kehilangan dari pihak yang berwajib,” lanjut Suari bercerita dekat kusen jendela yang sudah lapuk dimakan rayap.

Suari tinggal bersama istrinya Budiwati 60 tahun dan anaknya Suardi 4 tahun, dia menempati rumah sudah nyaris ambruk, temboknya sudah mulai rontok, atap genteng sudah banyak bocor, pintu sudah tidak bisa dikunci sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut, Suari menceritakan tentang kehidupan keluarganya, bahwa belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah, baik dari pemerintah Kecamatan Walantaka maupun Pemerintah Kota Serang atau dari organisasi sosial.

“Ada bantuan, tapi jenis bingkisan sembako itu juga isinya beras 2 leter, mi instan, gula, minyak sayur, bantuan tidak pasti. Hanya waktu momen tertentu saja, kecuali dimasa Pandemi covid-19 tahun 2021 sering ada bantuan sembako. Kalau bantuan untuk bedah rumah belum pernah ada yang datang untuk mendata atau survei, mudah-mudahan ada keajaiban dari yang maha kuasa ada yang mau bantu saya,” harap Suari dengan suara lemas karena kondisi dalam keadaan sakit.

Kepada pembaca yang budiman kiranya ingin mendonasikan rezekinya, silakan mendatangi alamat diatas. (Yudhi)