Serang,(suarasiber.co.id) – Diduga korban mengalami depresi karena terlilit hutang, sakit-sakitan dan tidak bekerja, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Yulizan (38), penghuni kontrakan di Kampung Pabuaran Indah, RT 004, RW 004, Desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Kamis 22/09/2022.
Warga Dusun Pekondoh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung ini memiliki seorang istri Rosmaini dan satu anak berusia tiga tahun atas nama Mohamad Rizki. Kronologi Yulizan ditemukan gantung diri pukul 16.00 WIB, ketika sang istri baru pulang bekerja di PT Nikomas.
Rosmaini awalnya sempat mengepel teras kontrakan karena becek setelah diguyur hujan. Saat hendak masuk, pintu kontrakan terkunci. Ia mengetuk-ngetuk namun tak ada jawaban.
Rosmaini pun mengintip dari sela jendela dan melihat suaminya dalam keadaan tak bernyawa dengan tubuh menggantung dengan tali di lehernya.
Rosmaini panik dan berteriak meminta tolong. Warga pun mulai mendatangi TKP dan melaporkan kejadian itu ke Koramil 0602-18/Kragilan. Kemudian petugas piket mendatangi TKP.
Pukul 17.20 WIB, Tim Inafis Polres Kabupaten Serang tiba lokasi dan langsung melakukan olah TKP. Inafis memastikan, Yulizan meninggal murni bunuh diri.
Pukul 20.30 WIB, dari hasil koordinasi keluarga meminta bahwa jenazah tidak diotopsi dan langsung dibawa RS Bhayangkara. Kemudian diberangkatkan ke kampung istrinya di Kampung Tanjung Betuah, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, untuk dimakamkan.
Camat Kragilan Epon Anih Ratnasih membenarkan salah satu warga di wilayahnya meninggal gantung diri di kontrakan di Desa Kragilan. “Iya saya sudah terima laporannya. Saya sudah kerahkan Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) untuk meninjau langsung ke lokasi,” kata Epon saat dikonfirmasi awak media.Berdasarkan informasi yang didapat, Epon mengatakan korban berasal dari Pulau Sumatera dan ketahuan meninggal gantung diri oleh istrinya saat pulang kerja. “Pas lihat jendela, suaminya dalam kondisi gantung diri dan sudah tidak bernyawa. Katanya suaminya tidak bekerja dan sakit-sakitan,” kata Epon.
Kepala Desa Kragilan Yaya Sunarya mengaku sudah berada di lokasi TKP sejak pukul 17.00 WIB. Sebelum dibawa ke ambulans, jenazah sempat ditahlilkan oleh anggota keluarga dan warga.
“Tadi sempat ditahlilkan sebelum dibawa ambulans ke RS Bhayangkara dan langsung ke Lampung,” ujarnya.
Yaya menambahkan, lingkungan kontrakan tempat tinggal korban mayoritas pegawai pabrik. Ketika siang hari, suasana lingkungan tampak sepi. tutup
(d2n)


