CILEGON, (suarasiber co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menjadi satu-satunya kota yang diundang ke seminar internasional “The Energy Transition Day” di Nusa Dua, Bali. Undangan itu dikhususkan bagi Cilegon lantaran menjadi kota pertama yang berhasil menjalankan program sampah menjadi co-firing bahan bakar bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya. Selasa, (01/11)

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Walikota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan, Program co-firing bahan bakar PLTU itu merupakan langkah PLN dalam mendukung komitmen pemerintah menerapkan energi baru terbarukan. Cilegon ditunjuk jadi salah satu daerah yang mulai mengolah sampah jadi bahan bakar campuran batu bara.

“Kita semua bangga, atas keberhasilan Pemkot Cilegon dalam menjalankan program pengelolaan sampah menjadi bahan bakar pembangkit listrik tersebut, menjadi nilai tambah dalam mendukung penerapan energi baru terbarukan, terima kasih kepada semua yang telah men-support, khususnya kepada masyarakat Kota Cilegon,” kata Helldy.

Kemudian, Helldy mengatakan PLN telah menandatangani Prasasti BBJP Bagendung dengan produksi 30 ton perhari, dihadapan seluruh hadirin undangan dari berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Penandatanganan prasasti itu langsung ditanda tangani oleh Dirut PLN Darmawan Prosojo.

“Nantinya, sampah yang dikelola disebut sebagai Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP), ini akan dibeli oleh PLN untuk dipasok ke PLTU Suralaya sebanyak 30 ton per hari,” jelas Helldy.

Sementara, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Evy Haryadi mengatakan, Indonesia telah berkomitmen pada Paris Agreement melalui Nationally Determined Contribution (NDC). Pada skenario Business as Usual Emisi pada sektor kelistrikan Indonesia akan mencapai 1.057 juta tCO2 pada tahun 2060.
Sejalan dengan inisiatif untuk mencapai NDC, PLN pun telah menyiapkan dan menetapkan rencana transisi energi jangka panjang.

“Terdapat 8 lighthouse initiative yang akan ditampilkan pada area expo, yaitu pemensiunan PLTU batubara, co-firing biomassa, ujicoba co-firing hidrogen dan ammonia, pembangunan pembangkit EBT, smart grid, green energy as a service, dan ekosistem kendaraan listrik,” ungkapnya.

Acara tersebut dihadir Dirut PLN Darmawan Prosodjo, Gubernur Bali I Wayan Koster, Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power Rachmad Handoko, dan perwakilan perusahaan dalam dan luar negeri yang ikut menandatangani MoU untuk bekerja sama menerapkan energi baru terbarukan. (Yudhi).