Banten, (suarasiber.co.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi mengadakan Sosialisasi dan Pencanangan Terintegrasi Minum Tablet Tambah Darah (TTD) Tingkat Provinsi Banten Banten dalam Upaya Pencegahan Peningkatan Risiko Stunting di Aula Gedung A Dinkes Banten pada (21/02/2023).
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Bappeda Provinsi Banten, Biropemkesra Provinsi Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Kementerian Agama Wilayah Provinsi Banten, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kementrian Agama Wilayah Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, TPG Puskesmas, Petugas UKS, dan lainnya.
Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS Kepala Dinas Kesehatan Banten mengatakan bahwa Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Pusat, karena pada tahun 2035 Indonesia akan mengalami bonus demografi.
“Bonus Demografi yang dimaksud adalah dimana saat Negara lain kekurangan SDM produktif, Indonesia pada tahun tersebut akan memiliki banyak SDM dalam usia produktif. Oleh karena itu Peningkatan Kualitas SDM jadi salah satu program prioritas dan harus dimulai dari sekarang” kata Ati.
Berbicara tentang SDM, Ati mengatakan bahwa itu tak lepas dari permasalahan stunting. Saat ini penanganan stunting biasa dilakukan dalam 2 cara yakni dengan Intervensi Sensitif dan Intervensi Spesifik.
“Intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan. Sementara intervensi gizi sensitif, yakni intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi” kata Ati.
“Saat ini yang kita lakukan adalah dengan Intervensi Spesifik, kita lakukan intervensi mulai dari 1000 hari pertama kehidupan” tambah Ati.
Melihat kondisi tersebut, maka upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya.
Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu. Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR)
Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia khususnya Banten, sehingga terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal.
Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan menerbitkan Program Aksi Bergizi yang merupakan kegiatan terintegrasi bagi remaja khususnya di sekolah berupa kegiatan sarapan bersama, olahraga, minum ttd, dan edukasi mengenai kesehatan.
Hal ini telah didukung oleh lintas kementerian dengan terbitnya surat keputusan bersama 4 menteri (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri) tentang penyelenggaraan peningkatan status kesehatan peserta didik, juga surat dukungan kegiatan aksi bergizi dari Kemendikbud-Ristek dan Kemenag.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2018, Persentase anemia pada kelompok usia 5-14 tahun sebesar 26% dan pada kelompok usia 15-24 tahun sebesar 32%.
“Hal ini perlu mendapat perhatian Khusus , karena anemia pada anak usia sekolah dan remaja berdampak pada peningkatan risiko stunting dan khusus pada remaja puteri akan mempengaruhi kualitas keturunannya apabila remaja tersebut kelak hamil. Selain itu, anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)” Ujar Ati.
Ati Berharap Semoga kegiatan ini akan mendapatkan banyak dukungan dalam implementasi Program Pencanangan Terintegrasi Minum Tablet Tambah Darah di Provinsi Banten sehingga permasalahan dan hambatan di lapangan bisa teratasi sehingga bisa mencetak generasi Banten yang sehat dan berprestasi. Banten Tangguh Ekonomi Tumbuh” tutup Ati.
Terakhir dalam acara tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Banten memberikan Penghargaan kepada Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dengan 4 Kategori, Diantaranya :
1. Prevalensi Stunting Terendah diraih oleh Kota Tangerang Selatan.
2. Persentase Minum Tablet Tambah Darah Tertinggi diraih oleh Kota Cilegon.
3.Sekolah Terbanyak Melaksanakan Aksi Bergizi diraih oleh Kabupaten Tangerang.
4. Persentase remaja putri mendapat tablet tambah darah diraih oleh Kota Serang. (Adv)

