LEBAK, (suarasiber.co.id) – Maraknya Informasi Laporan dan Keluhan Karyawan/Anggota yang dirugikan pihak Koperasi Sejahtera Bersama yang ada di PT.PWI 6 Rangkasbitung, para Pimpinan PT PWI 6 Rangkasbitung berkomentar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pasalnya, banyak karyawan/anggota koperasi yang mengeluh dan melaporkan kepada para Pimpinan karena merasa dirugikan atas tidak adanya transparansi dari pihak koperasi, bahkan banyaknya pemotongan dana anggota dan tidak ada kejelasan terkait Sisa Hasil Usaha (SHU) yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi.

Terkait aduan itu, ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) PWI 6 Rangkasbitung, Ririn mengatakan, memang sangat merugikan untuk karyawan dan kesejahteraan karyawan karena ada anggota saya juga yang masuk koperasi kurang lebih 200 Anggota yang masuk koperasi.

“dua bulan yang lalu juga rame diberitakan media terkait Koperasi Sejahtera Bersama yang ada di PT.PWI 6 Rangkasbitung, ini aduan terbesar dari Anggota,”ucap Ririn saat diwawancarai awak media, Sabtu (25/2/2023).

Hal senada juga dikatakan Haerudin Kohar Bendahara Serikat Gartek PT PWI 6 Rangkasbitung, sama aduan permasalahan terkait koperasi.

“Ada sekitar 20 orang anggota yang masuk koperasi, Mereka menuntut tabungan Mereka, simpan – pinjam mereka yang selama ini tidak ada kejelasan dari Pihak Koperasi,”kata Haerudin Kohar

Lanjut Haerudin, tabungan simpanan pokok wajib besaran perorang 50 ribu, bahkan terpotong secara payrol digaji mereka itu ada yang lebih 400 ada yang 250 ribu tanpa adanya kejelasan.

Lanjut, Supervisor Cutting PT.PWI 6 Rangkasbitung, Rifi Saputra mengatakan hal yang sama, hampir kurang lebih 88 orang yang masuk anggota Koperasi dan itu karyawan mengeluh atas koperasi.

“Permasalahan aduan karyawan terkait koperasi ini sangat menganggu kegiatan produksi, maka dari itu berkoordinasi dengan pihak koperasi,”ujarnya.

Lanjut Rifi, saya kordinasi ke Ketua Koperasi meminta rekapan pemotongan atau Payrol agar di Pampang di Mading, agar karyawan mengetahui aturannya, tapi tidak dipampang.

Karena, kata dia, agar semua redam terutama karyawan agar produksi tidak terganggu, bahkan karyawan mau demo tapi saya redam.

“Untuk struktur kepengurusan Koperasi juga tidak ada hanya berdua bersama ibu rohiyah, jadi keuangan diambil sendiri, dikelola sendiri ga tahu buat apa bahkan yang bukan anggota koperasi kepotong Payroll saya berharap permasalahan koperasi ini cepat selesai ,”harapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sejahtera Bersama PT.PWI 6 Rangkasbitung, Ba’dia Fitriyadi saat dikonfirmasi media mengatakan, kita punya database yang sudah disampaikan dan sangat transparan.

“Terkait potongan dari setiap anggota tidak semua serta – merta kita sampaikan informasi, tetapi dalam beberapa hal sering kita sampaikan, potongan yang ada itu simpanan, kita transparan 1 bulan 50ribu.

“karena atas permintaan mereka akhirnya per/januari 2023 tidak ada potongan lagi, dan uangnya yang ada di koperasi karena mereka merasa gajinya kurang kita kembalikan karena haknya, tapi ada prosedurnya kalau dicairkan apabila mengundurkan diri Koperasi,”tutup Yadi (*)