Dikutip dari laman FB Arsip Nasional RI bahwa, Mesir adalah negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia. Hubungan persahabatan kedua negara sangat erat tidak terkecuali dalam hal keagamaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Banyak ulama Mesir yang menggunjungi Indonesia, sebaliknya banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Al Azhar Mesir.

Pada November 1955 Presiden Sukarno mengundang dua orang pelantun Quran (qari) dari Mesir yang amat termasyhur pada masa itu yaitu Syaikh Abdul Basith Abdul Shamad dan Syaikh Muhammad Siddiq al-Minsyawi.

Setibanya di Jakarta, kedua qari tersebut menjalani berbagai macam agenda antara lain pembacaan Al-Quran di masjid, di mana masyarakat menerimanya dengan antusias. Masjid dipenuhi jamaah dan mereka berada di luar masjid dengan jarak sekitar satu kilometer. Alun-alun di seberang masjid dipenuhi lebih dari seperempat juta umat Islam yang mendengarkan Syekh berdiri hingga acara selesai.

Selain berdakwah di masjid Syaikh Abdul Basith Abdul Shamad dan Syaikh Muhammad Siddiq al-Minsyawi juga melakukan kunjungan ke RRI untuk membacakan Quran on air, serta melakukan kunjungan ke Museum Nasional.

Syaikh Abdul Basith Abdul Shamad dan Syaikh Muhammad Siddiq al-Minsyawi bersama dengan Mustafa Ismail, dan Al-Hussary menjadi quadrumvirate yang dianggap sebagai qari paling penting dan terkenal di zaman modern yang memiliki pengaruh besar di Dunia Islam.

#ArsipHariIni menampilkkan foto Syaikh Abdul Basith Abdul Shamad dan Syaikh Muhammad Siddiq al-Minsyawi Qari dari Mesir saat berkunjung di RRI dan Musium Nasional, 15 November 1955.