SERANG, – Puluhan anak tampak antusias memenuhi Aula Kantor Kecamatan Baros pada Minggu (26/7/2026). Dengan selembar kertas dan kotak krayon di tangan, mereka menuangkan beragam ide dan imajinasi dalam Workshop Menggambar bertajuk “Menggambar, Berbagi, Menginspirasi”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan gratis yang diinisiasi oleh Komunitas Rupa Rasa berkolaborasi dengan GaleriKU ini diikuti lebih dari 30 anak dan pelajar di Kecamatan Baros. Workshop digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 sekaligus bagian dari program “Menggambar dari Desa ke Desa” yang diprakarsai oleh pendiri GaleriKU, Husnawi.

Husnawi mengungkapkan, alasannya terus berkeliling dari desa ke desa selama lebih dari 13 tahun adalah untuk menjaga agar potensi kreativitas anak-anak tidak hilang.

“Anak-anak itu sebenarnya punya potensi. Kalau kita tidak membina mereka, potensi itu bisa hilang. Saya selalu berpikir, kalau bukan kita yang merangkul mereka, lalu siapa? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tuturnya.

Ia menceritakan, perjalanan membawa peralatan menggambar ke berbagai daerah tidak selalu mudah. Jalan rusak hingga harus mendorong motor karena mogok dan kehabisan bensin sudah menjadi bagian dari pengalamannya. Kunjungan kali ini merupakan kali ketiga baginya menyambangi Kecamatan Baros demi memberikan pendampingan seni secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Workshop, Muhammad Rizqi Hidayatullah, menjelaskan bahwa acara ini dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat.

“Acara ini kami buka sebagai ruang untuk masyarakat di Kecamatan Baros, khususnya anak-anak dan pelajar, supaya mereka bisa mengembangkan potensi diri melalui menggambar. Harapannya, Komunitas Rupa Rasa bisa terus menghadirkan kegiatan positif yang bermanfaat,” ujar Rizqi.

Selain menjadi ruang belajar, workshop ini juga mengusung nilai inklusivitas. Siswi Sekolah Khusus (SKh) Ar Rachma yang merupakan penyandang tunarungu, Nadifa Maulida, turut berpartisipasi dan berhasil meraih predikat Karya Terbaik 1.

Guru pendamping SKh Ar Rachma, Yayang Juliyanti, mengapresiasi pendekatan bebas yang diterapkan dalam workshop ini karena mampu memicu kreativitas anak tanpa batasan teknik yang kaku.

Apresiasi senada datang dari perwakilan Pemerintah Kecamatan Baros, Tresnatin, S.Sos., yang menilai kegiatan positif ini perlu terus dilanjutkan ke desa-desa lain. Sementara itu, Eha Sholihah, salah satu orang tua peserta, mengaku bersyukur karena acara ini efektif mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan gadget.

Di penghujung acara, panitia mengumumkan para pemenang yang dinilai berdasarkan kreativitas, keberanian berekspresi, dan proses berkarya. Karya Terbaik 1 diraih oleh Nadifa Maulida (SKh Ar Rachma), Karya Terbaik 2 diraih oleh Fauziah, dan Karya Terbaik 3 diraih oleh Siti Nabilah Syaifa yang baru berusia 4 tahun. Pemerintah Kecamatan Baros juga memberikan Apresiasi Khusus kepada salah satu karya peserta.

Melalui kolaborasi ini, semangat untuk memfasilitasi anak-anak dalam belajar dan mengekspresikan diri diharapkan dapat terus menumbuhkan kepercayaan diri serta karakter generasi muda melalui seni. (M. Rizqi Hidayatullah)