CILEGON, (suarasiber.co.id) – Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari 89 pemerintah daerah secara virtual. Selain Kota Cilegon, KPK juga mengundang daerah lain untuk mengikuti rapat koordinasi sekaligus berbagi pengalaman dalam hal pengelolaan sampah. Diantaranya Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Banyumas, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bandung, dan Kota Bekasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengapresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang telah memenuhi undangan baik untuk yang datang langsung, maupun yang melalui virtual. Dia memastikan ada 89 pemerintah daerah yang bergabung.

“Dari tahun 2015 kita sudah ngebahas terkait sampah ini dan sekarang baru beberapa kota yang baru merealisasikan. Oleh karena itu kami mengundang daerah-daerah yang berhasil dalam pengelolaan sampah ini,” kata Pahala Nainggolan.

Pahala meminta pemerintah daerah yang mengelola sampah menggunakan APBD agar lebih efisien seperti halnya yang dilakukan Pemkot Cilegon.

“Dalam menjalankan pengelolaan sampah ini kami menyarankan untuk mengefisiensi APBD. Bahkan jika ada opsi semakin sedikit penggunakan APBD, opsi itu yang dipilih seperti Kota Cilegon dimana tidak perlu lagi membeli tanah karena membangun pabrik sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) langsung,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menuturkan, salah satu yang melatarbelakangi niatnya mengolah sampah karena pada 2019, TPSA Bagendung di Kota Cilegon pernah mengalami kebakaran hebat sehingga asapnya mengganggu warga.

“Saat saya menjabat saya berinovasi untuk membangun pengelolaan sampah, syukur Alhamdulillah dibantu PLN kami dapat membangun pabrik Bahan Bakar Jemputan Padat
(BBJP),” ucap Helldy.

Meski Cilegon tidak masuk 12 kabupaten/kota yang ditunjuk melalui Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan, namun ia dan jajarannya tetap berinovasi mengolah sampah.

“Pada Agustus 2022 kami mulai MoU dengan PLTU Suralaya, bulan November 2022 mulai pembangunan pabriknya, dan pada bulan Desember 2022 kita resmikan,” katanya. (Rls)