Dikutip dari Laman FB Arsip Nasional RI, bahwa Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata mulai dibangun pada 1953. Gerbang utama TMP Kalibata dirancang oleh arsitek Frederich Silaban yang sebelumnya juga merancang Masjid Istiqlal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

TMP Kalibata dimaksudkan untuk menggantikan TMP di Ancol yang mulai padat dan sesak. TMP Kalibata kemudian diresmikan oleh Presiden Sukarno satu tahun kemudian tepat pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 1954.

Pada saat peresmian tersebut telah dipindahkan 121 kerangka jenazah pahlawan dari TMP Ancol.
Adapun peruntukan TMP Kalibata dimaksudkan untuk memakamkan mereka yang telah berjasa bagi NKRI termasuk di dalamnya pahlawan nasional, tokoh militer, dan pejabat tinggi negara yang memenuhi kriteria.

Jumlah paling banyak tentu ditempati oleh para pejuang kemerdekaan RI yang berjumlah lebih dari 7000 makam. Prajurit Kekaisaran Jepang yang membantu perjuangan Indonesia juga turut dimakamkan di tempat ini.

Tokoh dan pahlawan yang dimakamkan di TMP Kalibata antara lain T.B. Simatupang, Sayuti Melik, A.H Nasution, Ahmad Yani, John Lie Tjeng Tjoan, dan Alimin Prawirodirdjo.

#ArsipHariIni menampilkan foto Upacara peresmian Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Dari kiri ke kanan: Wakil Presiden Moh. Hatta (no. 2), Presiden Sukarno, Ibu Fatmawati Sukarno, Ibu Rachmi Rahim Hatta, Ketua Korps Diplomatik/Duta Besar Pakistan Mudhabbir Husein Choudury, dan Wakil Perdana Menteri Zainul Arifin pada, 10 November 1954.