Serang, (suarasiber.co.id) – RSUD Banten menjadi sorotan utama dalam rapat kerja Komisi V DPRD Banten mengenai Rancangan Kebijakan Umum APBD (RKUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan pada Selasa (30/07/2024) di Ruang Rapat Komisi V DPRD Banten.
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Hastuti memaparkan alokasi anggaran yang mencakup pengembangan RSUD Banten. Pagu indikatif untuk Tahun Anggaran 2025 akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembangunan dan perbaikan fasilitas di RSUD Banten, serta di RSUD Cilograng, RSUD Labuan, dan RSUD Malingping.
Program prioritas mencakup peningkatan kualitas layanan di RSUD Banten, yang diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama untuk lima kabupaten dan kota di Provinsi Banten. “Kami sangat memprioritaskan pengembangan RSUD Banten karena perannya yang vital dalam sistem kesehatan provinsi ini,” ujar dr. Ati.
Anggota Komisi V, Heri Handoko, menegaskan pentingnya mengoptimalkan pelayanan di RSUD Banten. “RSUD Banten adalah pusat rujukan bagi banyak daerah, sehingga sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanannya,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Komisi V Dr. Yeremia Mendrofa. Ia menyoroti pentingnya fokus pada RSUD Banten dalam program kerja Tahun 2025. “Kami berharap RSUD Banten dapat memanfaatkan anggaran dengan baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas, serta memastikan operasional RSUD Cilograng dan RSUD Labuan berjalan lancar. Ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Banten,” tambahnya.
(Heri)


