PANDEGLANG, (suarasiber.co.id) – Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah kembali memperlihatkan wajah buram pelayanan dasar di Kabupaten Pandeglang. Di Kampung Ciluluk, Desa Cikiruh, Kecamatan Cibitung, warga terpaksa bergotong royong mengangkut seorang warga yang sakit melewati jalan rusak ekstrem selama hampir dua jam demi mendapatkan pertolongan medis, Senin (29/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Peristiwa itu terjadi karena akses jalan utama kampung tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalan berlumpur, berbatu, dan licin, terutama saat musim hujan, memaksa warga menggunakan tandu darurat dari bambu dan kain untuk membawa pasien menuju jalan yang bisa dilalui kendaraan.

“Kalau ada warga sakit atau ibu melahirkan, kami tidak punya pilihan selain gotong royong seperti ini. Mobil tidak bisa masuk, motor pun sering terjebak. Kondisi ini sudah puluhan tahun,” ungkap salah satu warga Kampung Ciluluk dengan nada getir.

Warga menyebut, kerusakan jalan bukan persoalan baru. Sejak lama, akses tersebut menjadi urat nadi aktivitas masyarakat—mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Namun hingga kini, perbaikan yang layak tak kunjung dirasakan.

“Anak-anak ke sekolah susah, hasil kebun sulit dijual, dan kalau ada yang sakit seperti ini, nyawa taruhannya. Kami hanya ingin jalan yang manusiawi,” tambah warga lainnya.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah berbagai program pembangunan dan janji peningkatan infrastruktur pedesaan. Bagi warga Kampung Ciluluk, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan soal keadilan dan keselamatan hidup.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat tidak lagi menutup mata. Mereka meminta adanya perhatian serius dan realisasi pembangunan jalan yang layak, bukan sekadar pendataan atau wacana.

“Kami tidak menuntut mewah, cukup jalan yang bisa dilewati ambulans. Jangan sampai setiap orang sakit harus diangkat ramai-ramai seperti ini,” tegas warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sejatinya harus dimulai dari kebutuhan paling dasar rakyat. Jalan yang layak bukan hanya penghubung wilayah, tetapi penghubung antara harapan dan kenyataan hidup masyarakat di pelosok.(Azhari)