LEBAK, (suarasiber.co.id) – Disegelnya Rumah Aspirasi yang viral di media sosial dan media masa menarik perhatian publik. Rumah yang kerap digunakan untuk menjaring aspirasi masyarakat untuk disampaikan ke Bupati mendadak mendapat tendensi negatif atas pemberitaan dugaan praktik jual beli jabatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Saung Peradaban, King Cobra, menyampaikan, masalah ini adalah masalah internal keluarga. Adapun soal isu adanya dugaan praktik jual beli jabatan, belum terbukti kebenarannya. Rumah aspirasi fungsinya menjaring aspirasi dari semua kalangan, yang datang ada dari masyarakat, politisi, pengusaha, aparatur sipil negara, mahasiswa, serta pihak lainnya.

“Rumah Aspirasi sejauh yang saya ketahui sering didatangi oleh tamu dari berbagai kalangan, termasuk pejabat di Lingkungan Pemkab Lebak,” Ucap King Cobra Saat memberikan tanggapan kepada wartawan, Selasa (10/4/2026).

Ia menambahkan, sebagian pejabat yang datang ke Rumah Aspirasi sah – sah saja, justru menurut King Cobra kondisi tersebut sangat positif, agar kolaborasi dan sinergi kebijakan bisa dilaksanakan dengan baik di 32 Perangkat Daerah dan 28 Kecamatan.

“Waktu Bupati untuk ketemu dan menjaring aspirasi terbatas, oleh karenanya Rumah Aspirasi jadi solusi tepat, Ujar King Cobra.

Lebih lanjut King Cobra mengajak para pemangku kepentingan agar tidak menggoreng isu ini secara berlebihan, apalagi ada tendensi serangam sscara politik.

“Jangan memperkeruh suasana, tuduhan jual adanya indikasi jual beli jabatan di rumah aspirasi belum terbukti kebenarannya, siapa pelakunya, berapa tarifnya kan belum jelas”, Ujar King Cobra kepada para wartawan.

Dari informasinya dihimpun King Cobra, penutupan Rumah Aspirasi bukan seperti yg dituduhkan sebagian kalangan, namun bangunan ini rencananya dialihkan fungsikan untuk kegiatan lainnya.

“Betul Rumah Aspirasi ditutup, bukan karena ada indikasi tindak pidana, namun lebih kepada rencana alih fungsi bangunan,” Pungkasnya.(Azhari)