KOTA SERANG, (suarasiber.co.id) – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai penyelenggaraan Kejurda Sepakbola Mini menjadi momentum penting untuk memasyarakatkan olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda Banten untuk mencapai prestasi. Hal itu disampaikan Dimyati saat Membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepakbola Mini Pelajar se-Banten Tahun 2026 di Lapangan Mini Soccer Universitas Pamulang, Kota Serang, Sabtu (30/5/2026).
Dikatakan Dimyati, olahraga sepakbola tidak hanya mengajarkan keterampilan bermain di lapangan, tetapi juga memiliki nilai-nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sepakbola mengajarkan kerja sama tim. Tidak ada pemain yang bisa bermain sendiri untuk meraih kemenangan. Dibutuhkan kekompakan, kedisiplinan, keuletan, dan semangat kebersamaan,” ujar Dimyati.
Meskipun dimainkan oleh tujuh orang dengan ukuran lapangan yang lebih kecil dibanding sepakbola konvensional, sepakbola mini tetap menuntut koordinasi dan kerja sama yang baik antar pemain. Dimyati menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam olahraga.
“Yang menang saya ucapkan selamat. Bagi yang belum meraih kemenangan, terus tingkatkan latihan dan jangan pernah kehilangan semangat untuk berprestasi,” katanya.
Lebih lanjut, Dimyati berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi sarana pembinaan atlet usia muda sekaligus melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Banten di masa mendatang.
“Ajang seperti ini memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus berprestasi, tidak hanya di bidang olahraga tetapi juga di bidang pendidikan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Sementara, Ketua KSMI Pusat Yan Mulia Abidin mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda Sepakbola Mini di Banten. Menurutnya, Banten menjadi provinsi pertama yang menyelenggarakan kejuaraan daerah sepakbola mini secara khusus di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa sepakbola mini merupakan cabang olahraga yang berada di antara futsal dan sepakbola konvensional, sehingga memiliki karakteristik dan aturan tersendiri.
“Kami mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi marwah KSMI,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Banten Delpion menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan Kejurda tersebut. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi langkah strategis dalam menjaring atlet potensial pada cabang olahraga sepakbola mini.
Ia menilai cabang olahraga tersebut memiliki prospek besar untuk berkembang hingga tingkat nasional dan berpotensi menjadi salah satu penyumbang medali bagi Banten pada ajang olahraga mendatang.
“Kejurda ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan atlet muda sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Banten. Dari event seperti inilah kita dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua KSMI Banten Abdul Salam menyampaikan kejurda tersebut menjadi langkah awal KSMI Banten untuk terus menggelar event-event olahraga sebagai salah satu upaya pembinaan atlet.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pelatih, ofisial kabupaten/kota yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang menjadi kekurangan saat ini dapat kita perbaiki untuk ke depannya lebih maksimal,” katanya.
Turut hadir Ketua BKOW Provinsi Banten Irna Narulita, Direktur UNPAM Serang, dan tamu undangan yang lainnya.


