KOTA SERANG, (suarasiber.co.id) – Penutupan kegiatan Pasar Murah Bersubsidi yang digelar Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) di halaman Kantor Kecamatan Taktakan, Senin (25/05/2026), dipadati masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Sejak pagi hari, warga tampak mengantre untuk menebus paket sembako yang nilainya mencapai Rp115 ribu. Namun melalui program subsidi pemerintah, masyarakat hanya perlu membayar Rp60 ribu per paket atau memperoleh subsidi sebesar Rp55 ribu dari Pemerintah Kota Serang.
Program tersebut terlaksana berkat kerja sama antara Pemkot Serang dengan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan kebutuhan menjelang Hari Raya Iduladha.
Sekretaris Camat Taktakan, Leni Marlinah, S.H., M.Si membuka langsung kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bidang Perdagangan DinkopUKMPerindag Kota Serang Yahya Widianto S.SATP., M.Si, Kasubbag Mikro Kecil Sekretariat Daerah Kota Serang Akbar Manna Amd. Gz, Pengawas Perdagangan Berly Berlian, S.S., M.M, serta Sekretaris Perusahaan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda), Irfan Nur Ma’ruf, S.E., M.Si.
Intervensi Pemerintah untuk Menjaga Daya Beli
Kepala Bidang Perdagangan DinkopUKMPerindag Kota Serang, Yahya Widianto menjelaskan, kegiatan pasar murah bersubsidi telah berlangsung sejak 18 Mei hingga 25 Mei 2026 dan menyasar enam kecamatan di wilayah Kota Serang.
Menurutnya, sebanyak 3.000 paket sembako telah disalurkan kepada masyarakat selama pelaksanaan program tersebut.
“Program ini bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus membantu menekan inflasi daerah. Jadi masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, sementara sisa pengeluaran bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” ujar Yahya.
Ia menambahkan, komoditas dalam paket sembako dipilih berdasarkan tren kenaikan harga kebutuhan pangan yang tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam dua tahun terakhir.
Paket subsidi tersebut berisi ayam karkas, telur, minyak goreng, bawang merah, serta cabai merah keriting yang belakangan mengalami fluktuasi harga di pasaran.
“Penyalurannya menggunakan sistem kupon dan fotokopi identitas yang dibagikan melalui kecamatan dan kelurahan agar tepat sasaran,” katanya.
Jelang Iduladha, Harga Pangan Jadi Sorotan
Momentum menjelang Hari Raya Iduladha biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok yang berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar tidak terlalu membebani masyarakat berpenghasilan rendah.
Karena itu, operasi pasar murah dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Sekretaris Perusahaan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda), Irfan Nur Ma’ruf menyebut kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang dalam pelaksanaan pasar murah bukan kali pertama dilakukan.
Menurutnya, pihak perusahaan daerah siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menghadirkan kebutuhan pokok murah bagi masyarakat.
“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Kota Serang terhadap masyarakat agar tidak terlalu terbebani, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha,” ujar Irfan.
Ia juga menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan program subsidi pangan masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Tidak Hanya Sembako Murah, Warga Dapat Layanan Gratis
Selain menyediakan paket sembako bersubsidi, kegiatan pasar murah di Kecamatan Taktakan juga menghadirkan berbagai layanan tambahan untuk masyarakat.
Warga dapat menikmati pemeriksaan kesehatan gratis, mengunjungi stan pelaku UMKM lokal, hingga layanan dari Teh Dandang dan Hiswana Migas yang menyediakan penjualan gas LPG.
Kehadiran berbagai layanan tersebut membuat kegiatan pasar murah tidak hanya menjadi pusat transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya program tersebut karena harga bahan pokok di pasaran cenderung meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
“Kalau beli normal lumayan mahal, apalagi sekarang kebutuhan banyak. Dengan pasar murah ini sangat membantu,” ujar salah seorang warga Taktakan yang ikut mengantre paket sembako.
Pemerintah Kota Serang berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai upaya menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat daerah.


