LEBAK, (suarasiber.co.id) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Lebak Asih, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan makanan bergizi yang tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lingkungan SPPG MBG Lebak Asih sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem pengelolaan limbah yang aman, higienis, dan berkelanjutan.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Lebak Asih, Sunjaya, mengatakan bahwa keberadaan IPAL merupakan salah satu fasilitas penting yang harus dimiliki dapur penyedia makanan bergizi guna memastikan limbah cair hasil aktivitas operasional dapat dikelola dengan baik sebelum dialirkan ke lingkungan.

“IPAL bukan hanya sarana pendukung, tetapi menjadi bagian penting dari standar operasional pelayanan. Dengan adanya sistem pengolahan limbah yang baik, kami ingin memastikan seluruh aktivitas di SPPG berjalan sesuai prinsip kesehatan, kebersihan, dan ramah lingkungan,” ujar Sunjaya kepada awak media, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, pemasangan IPAL merupakan langkah nyata dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis yang berkualitas, mulai dari proses pengolahan bahan pangan hingga pengelolaan limbah pasca-produksi.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan terbaik. Tidak hanya makanan yang bergizi dan aman dikonsumsi, tetapi juga memastikan lingkungan sekitar tetap terjaga. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat dan generasi mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Investor sekaligus Mitra SPPG Lebak Asih, H. Dede Supriyadi, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas IPAL merupakan investasi jangka panjang yang memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan operasional SPPG.

Menurutnya, keberhasilan program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari bagaimana seluruh proses pelaksanaannya memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah program mulia yang menyentuh masa depan anak-anak bangsa. Karena itu, setiap aspek pendukungnya harus dipersiapkan secara profesional, termasuk pengelolaan limbah. Kami ingin SPPG Lebak Asih menjadi contoh bahwa pelayanan publik dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” kata H. Dede Supriyadi.

Ia menambahkan, keberadaan IPAL menjadi simbol keseriusan seluruh unsur pengelola dalam membangun tata kelola pelayanan yang modern, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Kami percaya bahwa kualitas sebuah pelayanan tidak hanya terlihat dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses yang dijalankan. Ketika kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas bersama, maka manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar dan berjangka panjang,” ungkapnya.

Pemasangan IPAL di SPPG MBG Lebak Asih diharapkan mampu meningkatkan standar operasional dapur pelayanan gizi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
Langkah ini juga menjadi bukti bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi turut mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kesehatan lingkungan.
Dengan semangat gotong royong, profesionalisme, dan kepedulian sosial, SPPG MBG Lebak Asih terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kehadiran IPAL menjadi fondasi penting dalam

mewujudkan dapur gizi yang sehat, modern, dan berwawasan lingkungan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara luas, tidak hanya hari ini, tetapi juga untuk masa depan yang lebih baik.(Azhari)