BANTEN, (suarasiber.co.id) – Anggota Bawaslu Provinsi Banten, Badrul Munir, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, optimisme, dan semangat kebangsaan di tengah berbagai dinamika yang berkembang saat ini.
Ia mengingatkan bahwa kepala negara yang memimpin saat ini lahir dari proses demokrasi dan konstitusi yang sah melalui Pemilu 2024.
“Hasil pemilu merupakan wujud dari kedaulatan rakyat yang disalurkan melalui mekanisme demokrasi yang sah. Oleh karena itu, menghormati hasil demokrasi adalah bagian dari kedewasaan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Badrul Munir, Rabu (17/6/2026).
Ia menegaskan, setelah seluruh tahapan pemilu usai, bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas sosial.
Pemerintahan yang terbentuk perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk menjalankan mandat rakyat, serta merealisasikan visi, misi, dan program kerja yang telah dijanjikan saat kontestasi.
“Sebagai bangsa yang demokratis, tentu kita berharap seluruh kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga suasana kondusif dan mengedepankan persatuan,” tambahnya.
Meski demikian, Badrul menekankan bahwa demokrasi tidak berhenti di bilik suara.
Demokrasi justru terus hidup melalui partisipasi warga, pengawasan publik, dan budaya dialog yang sehat.
Oleh sebab itu, kritik dan masukan dari masyarakat tetap memiliki ruang penting, selama disampaikan secara konstruktif demi kemajuan bangsa.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, semangat kebangsaan harus selalu ditempatkan di atas perbedaan tersebut. Kritik yang bertanggung jawab justru menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih baik dan responsif,” jelasnya.
Di akhir penyampaiannya, Badrul Munir mengajak seluruh masyarakat untuk merawat ruang publik yang sehat, memperkuat persaudaraan, dan mengakhiri sisa-sisa polarisasi politik.
“Hari ini, yang dibutuhkan bangsa kita bukanlah memperpanjang polarisasi, melainkan memperkuat persatuan. Demokrasi telah melahirkan kepemimpinan nasional yang sah secara konstitusi. Kini saatnya seluruh elemen bangsa bergandengan tangan, memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja, sekaligus tetap menghadirkan kontrol yang membangun,” pungkas Badrul.***


