LEBAK, (suarasiber.co.id) — Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Mokhamad Apipi, hadir langsung untuk menyukseskan program strategis pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Rangkasbitung Barat pada Jumat, 19 Juni 2026.
Program bertajuk Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) Ke Sekolah ini mengimbau sekaligus mewajibkan para ayah untuk meluangkan waktu hadir ke sekolah. Langkah ini diambil untuk mendorong keterlibatan aktif ayah dalam mengambil rapor sekaligus memantau langsung perkembangan pendidikan anak.
Menariknya, kehadiran Mokhamad Apipi di sekolah tersebut tidak hanya dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik, melainkan juga sebagai seorang kepala keluarga. Di sela kesibukannya, ia datang demi mengambil rapor anak ketiganya, Mohamad Yasir Zamzam, yang kini duduk di Kelas 6 B SDN 1 Rangkasbitung Barat.
Mokhamad Apipi memberikan tanggapan positif dan apresiasi yang tinggi terhadap program GEMAR ini. Menurutnya, inisiatif dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN sangat krusial dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pola asuh anak.
”Kehadiran seorang ayah di sekolah memiliki dampak psikologis yang luar biasa bagi anak. Ini memberikan pesan kuat kepada anak bahwa ayah mereka peduli dan mendukung penuh proses belajarnya. Pendidikan bukan hanya tugas ibu, tetapi tanggung jawab bersama,”ujar Mokhamad Apipi.
Ia juga menambahkan bahwa momen seperti ini menjadi kesempatan berharga bagi para ayah untuk berdialog langsung dengan wali kelas mengenai perkembangan, bakat, maupun kendala yang dihadapi anak di sekolah.
Acara ini terasa semakin spesial dengan kehadiran Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut memberikan suntikan motivasi yang berharga kepada para siswa, wali murid, serta seluruh dewan guru di SDN 1 Rangkasbitung Barat agar terus bersinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Mokhamad Apipi berharap program GEMAR ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan mampu mengubah paradigma masyarakat secara berkelanjutan.
”Harapan saya kedepan, gerakan ini bisa terus konsisten berjalan dan menjadi budaya baru di Kabupaten Lebak. Semoga sinergi antara orang tua, khususnya figur ayah, dengan pihak sekolah semakin erat demi melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan karakter,”pungkasnya.(***)


