SERANG, (suarasiber.co.id) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi dan keselamatan masyarakat pada tahun 2026. Tiga program prioritas menjadi fokus utama, yakni penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU), penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), serta revitalisasi trayek angkutan umum yang selama ini tidak aktif.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Serang dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dishub Kabupaten Serang, Benny Yuarsa, mengungkapkan bahwa kebutuhan penerangan jalan masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan secara bertahap. Berdasarkan hasil pendataan, Kabupaten Serang masih membutuhkan sekitar 17 ribu titik PJU yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari jalan kabupaten, kawasan permukiman hingga akses pedesaan.

“Tahun ini kami menargetkan penambahan 450 titik PJU sekaligus mempercepat perbaikan lampu jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Benny.

Menurutnya, keberadaan PJU memiliki peran penting tidak hanya sebagai fasilitas penerangan, tetapi juga sebagai pendukung keamanan dan keselamatan masyarakat. Jalan yang terang dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas serta menekan potensi tindak kriminalitas pada malam hari.

Karena itu, Dishub Kabupaten Serang terus memperkuat sistem pemeliharaan dan penanganan gangguan lampu jalan. Berbagai faktor seperti kabel putus, cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang, hingga kerusakan tiang akibat kecelakaan menjadi perhatian khusus agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Tim teknis kami siagakan untuk mempercepat penanganan kerusakan sehingga titik-titik gelap dapat segera diatasi dan tidak membahayakan masyarakat,” jelasnya.

Selain penerangan jalan, Dishub Kabupaten Serang juga memberikan perhatian serius terhadap penanganan kendaraan ODOL yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan infrastruktur jalan dan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.

Melalui operasi gabungan bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan Provinsi Banten, pengawasan terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan terus diperketat di sejumlah titik strategis.

“Penindakan terhadap kendaraan ODOL akan terus diperkuat. Keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan infrastruktur menjadi prioritas yang harus dijaga bersama,” tegas Benny.

Ia menjelaskan, kendaraan yang membawa muatan berlebih tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan karena lebih sulit dikendalikan, terutama saat melintas di jalur padat maupun medan yang menanjak.

Di sisi lain, Dishub Kabupaten Serang juga tengah berupaya menghidupkan kembali sektor angkutan umum yang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dari 16 trayek yang tersedia, saat ini hanya sebagian kecil yang masih aktif beroperasi.

Data Dishub menunjukkan, jumlah armada yang beroperasi baru mencapai sekitar 59 unit dari kebutuhan ideal sebanyak 350 kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah, khususnya daerah pedesaan, masih menghadapi keterbatasan akses transportasi publik.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dishub mendorong keterlibatan pelaku usaha transportasi agar mengisi trayek trayek yang belum terlayani, termasuk jalur pedesaan yang memiliki potensi kebutuhan masyarakat cukup tinggi.

“Kami ingin seluruh wilayah memiliki akses transportasi yang memadai. Karena itu kami mendorong para pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada jalur padat, tetapi juga membuka layanan di trayek yang belum terisi,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan transportasi publik, Dishub juga tengah merancang skema koperasi angkutan umum. Program ini diharapkan mampu mempermudah legalitas usaha, mempercepat proses perizinan, sekaligus memberikan kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk berpartisipasi dalam pengelolaan transportasi publik secara resmi dan profesional.

Melalui tiga agenda prioritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Serang optimistis mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat keselamatan berlalu lintas, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin dinamis.

Dengan infrastruktur yang lebih baik, transportasi yang lebih tertib, dan layanan angkutan umum yang semakin menjangkau masyarakat, Kabupaten Serang terus bergerak menuju sistem transportasi yang modern, aman, dan berkelanjutan.(Adv)