TANGERANG SELATAN, (suarasiber.co.id) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat komitmennya dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini tidak sekadar menjadi kampanye meningkatkan konsumsi ikan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di tengah masih adanya tantangan stunting dan masalah gizi pada anak, Pemkot Tangsel memandang edukasi mengenai pentingnya protein hewani harus dilakukan secara berkelanjutan. Sasaran program tidak hanya anak-anak, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga sebagai penentu utama pola konsumsi di rumah.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat menghadiri kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Tandon Ciater, Serpong, Selasa (4/8/2026).

Menurut Pilar, Gemarikan merupakan salah satu program edukasi yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat bahwa ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki nilai gizi tinggi dan sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak.

“Hari ini kita melaksanakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat melalui konsumsi ikan. Ikan menjadi salah satu alternatif sumber protein hewani yang sangat baik, terutama untuk anak anak dan ibu hamil, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” ujar Pilar.

Mencegah Stunting Dimulai dari Meja Makan Keluarga

Pilar menegaskan, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah memastikan masyarakat tidak hanya memperoleh makanan dalam jumlah cukup, tetapi juga berkualitas dari sisi kandungan gizinya.

Menurutnya, protein hewani memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, penanganan stunting harus dimulai dari perubahan pola konsumsi keluarga dengan menghadirkan menu bergizi seimbang setiap hari.

“Penanganan stunting bukan hanya soal memberikan makanan agar anak kenyang, tetapi bagaimana kualitas isi piring yang disajikan setiap hari juga terpenuhi. Protein hewani harus menjadi bagian dari menu keluarga karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya.

Ia menilai ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik yang mudah diperoleh masyarakat dengan harga relatif terjangkau dibandingkan sumber protein hewani lainnya.

Bangun Kesadaran, Bukan Sekadar Seremonial

Pilar berharap Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang menjangkau seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak pada masa pertumbuhan dan ibu hamil.

“Sosialisasi seperti ini bisa menjangkau seluruh wilayah di Tangerang Selatan sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengonsumsi protein hewani. Kita harus terus meningkatkan awareness masyarakat, jangan hanya fokus mengenyangkan perut, tetapi juga memastikan kebutuhan gizi, khususnya protein hewani, benar-benar terpenuhi,” ungkapnya.

Menurut Pilar, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program kesehatan. Semakin tinggi kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi, semakin besar peluang menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Edukasi Dikemas Menarik

Pelaksanaan Gemarikan tahun ini dikemas lebih interaktif agar pesan mengenai pentingnya konsumsi ikan lebih mudah diterima masyarakat.

Selain penyuluhan tentang manfaat ikan bagi kesehatan, kegiatan juga diramaikan dengan bazar pangan murah, pembagian doorprize untuk anak-anak, makan siang prasmanan dengan aneka menu berbahan dasar ikan, serta pembagian berbagai produk olahan ikan kepada masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan berbagai pilihan olahan ikan yang praktis, lezat, dan bernilai gizi tinggi sehingga konsumsi ikan dapat menjadi kebiasaan sehari hari di lingkungan keluarga.

Investasi SDM Menuju Indonesia Emas

Gemarikan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendukung agenda nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan meningkatnya konsumsi protein hewani sejak dini, diharapkan status gizi masyarakat semakin baik, angka stunting terus menurun, kemampuan belajar anak meningkat, serta lahir generasi Tangerang Selatan yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.

Pemkot Tangsel optimistis bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari keluarga. Melalui kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi ikan secara rutin, masyarakat tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga sedang menyiapkan generasi unggul yang akan menjadi modal utama pembangunan daerah dan Indonesia di masa depan.