TANGERANG, (suarasiber.co.id) – Pemerintah Kabupaten Tangerang memulai pelaksanaan sekaligus menyosialisasikan program fasilitasi bantuan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan pondok pesantren.
Dalam kesempatannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan dan perbaikan sarana asrama serta sanitasi pesantren guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan layak bagi para santri.
“Hari ini di tempat ini dilaksanakan sosialisasi sekaligus juga memulai melaksanakan program pembangunan asrama pondok pesantren, juga melanjutkan program Sanitren yang ada di Kabupaten Tangerang. Tahun ini untuk penerima manfaat Aspontren sebanyak 150 pondok pesantren dan Sanitren sebanyak 50 pondok pesantren. Mudah-mudahan dalam jangkauan dua bulan bisa beres semuanya di wilayah Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal saat dimintai keterangan, Selasa (08/09/2026).
Menurutnya, pembangunan sarana fisik pesantren tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendukung pembentukan generasi penerus yang mandiri dan berkualitas.
“Aspontren dan Sanitren ini penting sekali, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri-santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustaz, dan para ustazah yang ada di Kabupaten Tangerang,” tandasnya
Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan para santri mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman, aman dan sehat sehingga dapat berkembang dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus.
“Pembangunan ini bagian daripada tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakatnya supaya para santri yang mondok bisa mandiri, nyaman belajar, beribadah, dan menimba ilmu di pondok pesantren masing-masing. Tadi saya sampaikan bahwa santri adalah masa depan pemimpin yang insyaallah akan bagus juga. Para santri ini, insyaallah juga akan berjuang melanjutkan tugas-tugas yang sudah dilaksanakan oleh para pimpinan pondok pesantrennya.” ujarnya
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Subulusallam Kresek sekaligus Ketua Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Tangerang, Amal Faihan Maimun, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan alokasi bantuan bagi pondok pesantren.
Menurutnya, penambahan alokasi tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan penerima bantuan sehingga pembangunan sarana pesantren dapat dilakukan secara lebih merata.
“Alhamdulillah, hari ini kita mengikuti program fasilitasi bantuan Sanitren dan Aspontren dari Pemda Kabupaten Tangerang. Hari ini kami mendengar kabar baik. Setelah kami mengusulkannya, semula Aspontren ini direncanakan selama lima tahun akan dibangun 750 asrama pondok pesantren. Namun kami mengusulkan bahwa jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang secara keseluruhan ada 1.117. Maka kami mengusulkan pemerataan supaya semuanya bisa tersentuh mendapatkan bantuan.” ungkapnya
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima, pemerintah daerah berencana meningkatkan jumlah pembangunan Aspontren pada tahun 2027 sehingga cakupannya dapat mencapai sekitar 1.000 asrama pondok pesantren.
“Alhamdulillah tadi kami mendapatkan informasi, insyaallah untuk tahun 2027 akan ditambahkan, sehingga akan mencapai seribu lebih asrama pondok pesantren yang akan dibangun oleh Pemda Kabupaten Tangerang. Kami mengapresiasi, berterima kasih, dan semoga ini semuanya berjalan lancar, semuanya tanpa ada hambatan apa pun,” ujarnya
Amal juga berharap pelaksanaan pembangunan melalui mekanisme swakelola tetap mendapatkan pendampingan secara menyeluruh dari fasilitator yang ditunjuk pemerintah daerah, tidak hanya dilakukan pada tahap awal pembangunan, tetapi berlangsung hingga proses penyelesaian administrasi dan pelaporan.
“Kami berharap dari FSPP ini dibantu. Tidak hanya diserahkan swakelola begitu saja, tetapi didampingi, difasilitasi sampai dengan laporannya, supaya tanpa ada kekurangan apa pun.”katanya
Dalam pelaksanaannya, pembangunan Aspontren dan Sanitren akan mengoptimalkan pemberdayaan tenaga kerja lokal serta penggunaan bahan material yang tersedia di lingkungan sekitar pesantren. Desain dan teknis pengerjaan juga akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi, termasuk keterbatasan dan karakteristik lahan yang tersedia.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pondok pesantren dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung perkembangan para santri. (*)
(Diskominfo Kab. Tangerang)


