SERANG, (suarasiber.co.id) – Bakal Calon Kepala Desa Citerueup, Kecamatan Ciruas, Eli Rakhmat, mulai memperkenalkan visi dan misi yang akan dibawanya dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Citerueup periode 2027–2034. Eli Rakhmat membawa sejumlah program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari peningkatan pendidikan anak, pembukaan lapangan kerja, pelayanan kesehatan, pembangunan fasilitas publik hingga penguatan ketahanan pangan warga. Serang (7/8/2026)
Dalam visi dan misi yang disampaikan, Eli menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu fokus utama apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Citerueup.
Menurut Eli, pendidikan menjadi fondasi penting bagi masa depan masyarakat desa. Karena itu, dirinya ingin mendorong peningkatan jenjang pendidikan bagi anak-anak di Citerueup.
“Pendidikan anak menjadi salah satu perhatian utama saya. Saya ingin anak-anak di Desa Citerueup memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga ke depan mereka mempunyai kemampuan dan masa depan yang lebih baik,” ujar Eli Rakhmat.
Selain pendidikan, Eli juga membawa program yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan. Ia menilai persoalan kesempatan kerja perlu menjadi perhatian pemerintah desa agar masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dapat memperoleh akses dan peluang ekonomi.
“Kami ingin membantu membuka dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Pemerintah desa harus hadir untuk mendorong masyarakat agar memiliki kesempatan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarganya,” katanya.
Di bidang kesehatan, Eli mengusulkan adanya upaya peningkatan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat melalui cek kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika warga sudah mengalami sakit, tetapi juga perlu diarahkan pada langkah pencegahan dan deteksi dini.
“Kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami ingin mendorong adanya cek kesehatan masyarakat sehingga kondisi kesehatan warga bisa diketahui lebih awal dan dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan masalah,” ungkapnya.
Program lainnya adalah pembangunan dan peningkatan fasilitas publik. Eli menilai keberadaan fasilitas umum yang memadai menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas serta kenyamanan masyarakat desa.
“Fasilitas publik merupakan kebutuhan masyarakat. Ke depan, kami ingin melihat fasilitas yang ada dapat dibangun dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan warga serta kemampuan anggaran desa,” ujarnya.
Sementara itu, sektor ketahanan pangan juga masuk dalam program yang ditawarkan Eli. Ia ingin mendorong pemberdayaan masyarakat agar potensi pangan di desa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi bagaimana masyarakat bisa berdaya dan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Potensi yang ada di desa harus kita manfaatkan dan kembangkan bersama,” tutur Eli.
Eli menegaskan, kelima program tersebut akan diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan tidak hanya menjadi janji dalam momentum pemilihan kepala desa.
Ia menyebut pembangunan desa harus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dalam menentukan prioritas.
“Saya ingin program yang dijalankan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus dilibatkan, karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya.
Mohon do’a dan dukungannya. (D2N)

